Tata Cara Wudhu, Mulai Lafat Niat, Rukun dan Doa Setelah Wudhu

user
Tomi Sujatmiko 05 Desember 2022, 11:42 WIB
untitled

Krjogja.com - YOGYA - Lantaran dianggap mudah, kerapkali seorang muslim menyepelekan wudhu. Perlu diketahui, ada syarat sah dan rukun wudhu yang mesti dilakukan.

Dalam hal ini, umat Islam perlu memperhatikan, bahwa wudhu merupakan syarat sah sholat, baik sholat fardhu maupun sunah. Wudhu berfungsi untuk bersuci dari hadas kecil.

Jika wudhu tak sah, maka akan memengaruhi ibadah lainnya. Karena itu, umat Islam harus benar-benar memperhatikan tata cara wudhu.

Wudhu disyariatkan karena sholat merupakan munajat kepada Tuhan sehingga dibutuhkan keadaan badan yang suci. (Abdullah Bafadhal Al-Hadhrami, Busyral Karim bi Syarhi Masa’ilit Ta’lim, [Beirut, Darul Fikr: 2012 M/1433-1434 H], juz I, halaman 53).

Dalil yang mendasari perintah wudhu sebelum sholat terdapat dalam Al-Quran, Surah Al-Maidah ayat 6.

يَا أَيُّهَا الَّذِينَ آمَنُوا إِذَا قُمْتُمْ إِلَى الصَّلَاةِ فَاغْسِلُوا وُجُوهَكُمْ وَأَيْدِيَكُمْ إِلَى الْمَرَافِقِ وَامْسَحُوا بِرُءُوسِكُمْ وَأَرْجُلَكُمْ إِلَى الْكَعْبَيْنِ
Artinya, “Wahai orang yang beriman, bila kalian hendak shalat, basuhlah wajah kalian, tangan kalian hingga siku, usaplah kepala kalian, dan (basuhlah) kaki kalian hingga mata kaki,” (Surat Al-Maidah ayat 6).

Imam Muslim juga meriwayatkan hadis yang menerangkan penolakan sholat tanpa bersuci.

لَا يَقْبَلُ اللَّهُ صَلَاةً بِغَيْرِ طَهُورٍ
Artinya, “Allah tidak menerima shalat tanpa bersuci,” (HR Muslim).

Imam Bukhari dan Muslim juga meriwayatkan hadis dengan makna serupa, yaitu penolakan shalat tanpa bersuci.

لَا يَقْبَلُ اللَّهُ صَلَاةَ أَحَدِكُمْ إذَا أَحْدَثَ حَتَّى يَتَوَضَّأَ
Artinya, “Allah tidak menerima shalat salah seorang kamu bila berhadats sampai ia berwudhu,” (HR Bukhari dan Muslim).

HALAMAN

Kredit

Bagikan