Pengurus Keluarga Madura Yogya Dilantik

user
Ivan Aditya 04 Desember 2022, 20:56 WIB
untitled

Krjogja.com - YOGYA – Setelah menjalani musyawarah pemilihan pengurus pada Agustus lalu, Keluarga Madura Yogyakarta (KMY) secara resmi melantik kepengurusan baru periode 2022-2027 di bawah kepemimpinan Ketua Umum Jugil Adiningrat. Dihadiri oleh para sesepuh dan tokoh-tokoh Madura di Yogyakarta, pelantikan berlangsung pada Sabtu (03/12/2022) alam di Hotel Ros In Yogyakarta dan disaksikan langsung oleh Bupati Bantul, Abdul Halim Muslih.

Dalam pidato sambutan dan ucapan selamatnya, Bupati Bantul Abdul Halim Muslih mengatakan KMY selama ini memiliki kontribusi besar untuk Yogyakarta. Sebagai kota pelajar, centre of exelence-nya Indonesia, Yogyakarta didatangi warga dari seluruh penjuru tanah air termasuk warga Madura.

Bupati Bantul memberi contoh begitu kuatnya hubungan Madura dan Yogya, banyak tokoh yang sebenarnya berasal dari Madura namun terkenal di nasional sebagai tokoh yang berasal dari Yogya. Untuk diketahui Malik Madany adalah tokoh agama yang juga seorang profesor di Universitas Islam Negeri (UIN) Sunan Kalijaga Yogyakarta.

“Pak Malik Madany contoh legendnya warga Madura di Yogyakarta. Sampai-sampai Pak Malik ke luar DIY diilai sebagai warga DIY. Bahkan di Surabaya, ada acara, Pak Malik Madany ya dikenalkan sebagai tokoh dari Yogya, padahal kan lebih dekat ke tanah kelahirannya,” papar Abdul Halim Muslih yang disambut tawa ratusan warga Madura di Yogya.

Tokoh besar Madura berikutnya yang juga memberi peran besar bagi Yogyakarta adalah Profesor Mahfud MD yang kini jadi Menkopolhukam. Peran Mahfud MD, disebut Abdul Halim, mirip dengan Malik Madani yang sangat Yogya. “Bahkan Pak Mahfud jadi ketua Dewan Pertimbang Parampara Praja Ngarsa Dalem,” jelas Abdul Halim.

Bupati Bantul tersebut meminta warga Madura terus meningkatkan kontribusinya baik di bidang keagaman, sosial, bisnis dan kemasyarakat di DIY. Bupati juga menitipkan keamanan dan solidaritas antar warga DIY kepada Keluarga Madura Yogya (KMY).

Di KMY, Malik Madany bertindak sebagai Ketua Dewan Penasehat dan Mahfud MD sebagai anggota. Dalam pidatonya sebagai Ketua Umum KMY, Jugil Adiningrat memberikan contoh betapa Madura dan Bantul punya hubungan sangat kuat dalam bidang industri keris nasional.

Jika Sumenep adalah pusat industri keris nasional dan terbesar di dunia maka Imogiri, Bantul memiliki pusat warangka keris terbesar di dunia. “Jadi orang Madura dan Bantul ini terus berhubungan setiap hari, erat sekali seperti suami dan istri. Kalau Keluarga Madura yang ada di Yogya jangan ditanyakan lagi, kita ini saking jadi Yogyanya kadang diledek ilang Maduranya, tapi itu bercanda saja. intinya kita ingin berperan di Yogya, memajukan kota tercinta ini,” papar Jugil.

Jugil juga menukil sejarah berdirinya Indonesia Raya dan Kasultanan Yogyakarta yang dipenuhi dengan semangat gotong royong antar suku bangsa. Menurutnya, sejarah telah mencatat bahwa sehebat dan sebesar apapun tokoh, tidak mungkin bisa menyelesaikan berbagai macam persoalan bangsanya sendirian.

“Mari kita memulai langkah kecil ini melalui organisasi KMY, merawat tradisi, bersinergi dengan semua Organisasi masyarakat & Instansi sehingga menjadi langkah dan kekuatan besar dalam membangun negeri. Sesuai dengan falsafah nenek moyang kami yang berbunyi Tong Settong Potong Masettong Ontong (Persatuan adalah kekuatan) dan Rampa’ Naong Beringin Korong (Solidaritas antar warga). Medeka!,” pungkas Jugil.

Pada malam kemarin juga dilantik 4 elemen di bawah Keluarga Madura Yogya (KMY) yaitu Forum Silaturahim Cendikiawan KMY, Forum Silaturahim Niagawan KMY, LBH Arya Wiraraja KMY, dan Forum Silaturahim Mahasiswa KMY yang meliputi 4 Kabupaten yaitu korda Bangkalan, Sampang, Pamekasan dan Sumenep.

Acara pelantikan juga dihadiri oleh dengan beberapa Ormas-Ormas yang ada di DIY, diantaranya Sekber Keistimewaan DIY, Panglima SAKERA, Pemuda Pancasila DIY, Kokam DIY, dan Forum Jogja Rembug DIY. (*)

Kredit

Bagikan