Ada di Jogja, Namanya Kopi Lali, Makanan Unik Bayar Seikhlasnya

user
Agusigit 10 Desember 2022, 09:30 WIB
untitled

Krjogja.com - PISANG goreng, itu biasa. Tetapi kalau Salak Goreng, itu baru unik. Rasanya gurih dan agak manis, disantap sambil minum kopi atau teh rempah versi Kopi Lali. Rasanya yang unik dan suasana yang ramah itulah yang membuat rumah makan Kopi Lali banyak dikunjungi pecinta kuliner unik.

Ada yang lebih spesifik lagi, yakni yang makan apa saja di situ tidak bayar, hanya bayar seiklasnya. Jadi kalau anda sehabis makan disitu mencari daftar harga, tidak akan ditemukan seperti halnya rumah makan atau café di manapun.
Maka wajar jika anda ingin mencari ruangan kasir, tentu tidak akan pernah ketemu . Hanya ada kotak cukup besar bertuliskan bayar seikhlasnya. Anda tinggal memasukan sejumlah uang ke kotak tersebut, bebas jumlahnya. Seikhlas anda.

Rumah makan yang unik makanan dan cara bayarnya tersebut, apakah rugi? Sebab ketika makan dsitu ada saja yang masuk dan makan dan minum bersama keluarga, hanya memasukkan sejumlah uang. Atau ada yang tidak sama sekali memasukkan.

Apakah rugi? “Nyatanya kami terus buka, dan makanan selalu tersedia” Kata Pak Sujarwo yang minta disebut sebagai tukang masaknya Kopi Lali, yang didirikan 16 Juli 2020, di Dusun Beneran, Jl. Pulowatu, Purwobinangun, Pakem, Sleman. Lokasinya di pinggir jalan yang sejuk, dan gampang ditemukan. Udara dingin lereng Merapi, melengkapi Kopi Merapi sebagai tempat mendinginkan pikiran setelah suntuk bekerja.

Sujarwo, pria berusia di atas 70 tahun tersebut adalah pensiunan Bank Mandiri, semula mengatakan tak bisa masak. Namun tekadnya untuk bisa menyajikan makanan bagi sesama, membuatnya kini pintar memasak. “Saya memasak dengan Jiwa,” katanya. Dari sejumlah media sosial, banyak yang pernah singgah di rumah makannya mengomentari masakannya unik dan enak.

Sejumlah menu yang unik misalnya, Oseng-oseng Ikan Manyung Asap, Ayam Combrang, Rica- rica Jengkol, Oseng oseng Genjer, Oseng Keong sawah, Bothok Ikan , dan masih banyak lagi. Semua dimasak sendiri oleh Pak Jarwo. Yang membuat orang datang lagi , diantaranya adalah nasi rempah, kopi dan teh rempah. Menurut pria yang selalu sabar menjawab pertanyaan pembeli, untuk semua rempah dibuat terlebih dahulu., Diantaranya adalah adonan sere, jahe emprit,daun jeruk, cengkeh dimasak hangat, kemudian dicampurkan di teh, kopi atau nasi. “Masakan ini hanya ada di Kopi Lali” kata Jarwo.

Sehingga bagi sudah ‘menikmati’ citarasa unik, banyak yang ketagihan Teh, Kopi atau nasi khas rempah.
Pria berambut perak tersebut, merasa Bahagia etika masa pandemi misalnya sejumlah orang datang dari jauh untuk bisa makan di Kopi Lali. “Saya merasa bahagia ketika bisa berbagi dengan yang membutuhkan” tambahnya. Dikatakan, 3 anaknya sudah berkeluarga dan tinggal di Jakarta, kini ia bersama istrinya mengelola rumah makan yang bayar seiklasnya tesebut.

“Allah itu kalau menciptakan rejeki, bisa dari mana saja” tandasnya. Untuk membayar 2 karyawannya saja, dari keuntungan penjualan Bandeng yang dimasak, dan hasilnya ternyata cukup banyak. (IOC)

Kredit

Bagikan