Unimus Latih Anak Panti Asuhan Pembuatan Eco-Enzym

user
Agusigit 07 Desember 2022, 02:09 WIB
untitled

Krjogja.com - SEMARANG- Buah-buahan tidak hanya dapat dimanfaatkan dari daging buahnya saja. Kulit buah yang biasanya dibuang begitu saja dan hanya berhenti di tempat sampah bisa dimanfaatkan kembali melalui sebuah proses yang dinamakan Eco-Enzym.

Eco-enzym yang berasal dari limbah organik kulit buah saat ini semakin popular. Hal ini dikarenakan pembuatannya yang cukup praktis, ekonomis dan tentunya ramah lingkungan. Limbah kulit buah yang difermentasikan dengan gula dan air menghasilkan Eco-Enzym yang kaya manfaat. Selain itu, Eco-Enzym juga dapat dimanfaatkan sebagai pembersih ramah lingkungan, aroma terapi, penurunan kadar toksik lingkungan, agrikultur, dan beragam manfaat lainnya.

Limbah anorganik bisa dihasilkan di berbagai tempat, termasuk di panti asuhan (PA).

Panti asuhan putri Aisyiyah Pucang gading berdiri dari tahun 2017. Berdasarkan hasil studi pendahuluan yang dilakukan oleh tim Pengabdian Masyarakat yang diketuai Nurina Dyah Larasaty SKM MKes (dosen FKM Universitas Muhammadiyah Semarang) beserta tim pengabmas melalui wawancara kepada ibu pengasuh panti asuh ini, diketahui bahwa permasalahan yang dihadapi oleh penghuni di panti asuhan ini adalah masalah pengelolaan sampah.

Banyak sampah yang tertimbun selama berhari-hari sehingga menimbulkan bau yang tidak sedap. Oleh karena itu, tim Pengabmas memberikan pelatihan dan ketrampilan pembuatan Eco-Enzym dengan memanfaatkan sampah kulit buah yang ada di sekitar Panti Asuhan Putri Asiyiyah Pucang Gading.

Program pelatihan dimulai dari edukasi tentang dampak yang ditimbulkan dari sampah yang menumpuk dan bagaimana cara memilah serta memanfaatkan sampah. Selanjutnya, mereka diberi informasi seputar Eco-Enzym. Kegiatan terakhir dari rangkaian program Pengabdian Masyarakat dari Hibah Internal Unimus 2022 ini yaitu praktik pembuatan eco-enzym.

Seluruh santri PA Putri Aisyiyah sangat antusias mengikut seluruh rangkaian kegiatan ini, yang dimulai pada bulan Oktober hingga Desember 2022 ini. Adapun hasil dalam kegiatan ini yaitu peningkatan pengetahuan peserta tentang pemanfaatan sampah dan bagaimana cara membuat eco-enzym itu sendiri.

Produk eco-enzym yang dihasilkan dari kegiatan ini dimanfaatkan sebagai cairan pembersih kloset dan lantai kamar mandi yang dapat dimanfaatkan dalam kehidupan sehari-hari di Panti Asuhan. Para santri berharap, ke depan bisa menghasilkan produk eco-enzym yang lebih banyak lagi sehingga bisa dijual di khalayak umum. Dan tentunya bisa menambah pemasukan bagi santri di Panti Asuhan Aisyiyah Pucang Gading. (Sgi)

Kredit

Bagikan