Tim Kedaireka SCU Launching Start Up dan Sistem Supply Chain Perhutanan Sosial

user
Agusigit 07 Desember 2022, 03:12 WIB
untitled

Krjogja.com - SEMARANG- Tim Kedaireka Unika Soegijapranata atau Soegijapranata Catholic University (SCU) yang secara khusus ikut membantu kesejahteraan kelompok tani hutan meluncurkan start up dan sistem supply chain perhutanan sosial di Hotel Aruss Semarang, Senin (5/12/2022).

Hadir dalam peluncuran start up dan buku di antaranya Rektor SCU Dr Ferdinandus Hindiarto MSi, Robertus Setiawan Aji N ST MComIT PhD (dosen SCU), Siti Fikriyah SH MSi (Ketua Gerakan Masyarakat Perhutani Sosial (Gema PS), Prof Dr Ir San Afri Awang MSc (Guru Besar Fakultas Kehutanan UGM yang juga penasehat Gema), dan Linggar Yekti Nugraheni SE MCom Akt PhD CA (Ketua Tim Kedaireka - SCU).

Ketua tim Kedareka B Linggar Yekti Nugraheni menyampaikan program yang didanai Matching Fund Dirjen Dikti ristek ini bersinggungan langsung dengan Gema PS. Selain itu juga berkolaborasi dengan Kementerian Koperasi dan UKM, Koperasi Pertanian, Kementeriann Lingkungan Hidup dan Kehutanan, serta Universitas Gajah Mada (UGM).

"Perguruan tinggi lain yang bekerja sama dengan Unika pada kedaireka ini yaitu UGM. Unika menyangkut pengembangan sistem, unit bisnis, dan tata kelola. Sedangkan UGM menyangkut tata kawasan. Gema PS juga kerjasama dengan offtaker (dunia industri, BUMN dll)" ujar Linggar.

Gema PS merupakan anggota tim percepatan penyelesaian konflik agraira dan penguatan kebijakan reformasi agraira berdasarkan keputusan Kepala Staf Kepresidenan RI nomor 1B/T tahun 2001. Lalu, juga mengadvokasi mengenai penyelesaian penguasaan tanah dalam kawasan hutan.

Linggar Yekti menjelaskan salah satu masalah perhutanan sosial adalah proses ditribusi yang panjang dan terkadang melibatkan tengkulak. Sehingga program ini akan memotong proses ditribusi tersebut.

“Sistem Supply Chain yang dikembangkan Unika Soegijapranata akan terintegrasi dengan laporan keuangan. Sehingga sistem itu, mendukung berjalannya start up untuk membuat unit bisnis yang dikembangkan secara transparan dan akuntabel,” jelasnya.

Peluncuran Start Up dan Sistem Tata Kelola Perhutanan Sosial ini sebagai
Sistem yang berbasis web sehingga bisa diakses lewat website internet maupun dari smartphone. Juga akan membantu Gema PS dalam pengelolaan produksi, proses rantai pasokan logistik, pelaporan keuangan, distribusi, pemasaran, dan penjualan produk petani.

"Maka sistem teknologi yang ditawarkan seperti teknologi tata kelola produksi dan pemasaran, alur logistik, pelaporan keuangan, dan Point of Sale (POS). Ringkasnya, adanya start up ini membantu untuk meningkatkan komersialisasi, ekspansi, kapasitas, sekaligus kesejahteraan petani hutan sosial" ujar Yekti.

Senada, anggota tim Kedaireka Robertus Setiawan Aji menyatakan fungsi dari sistem ini juga bisa untuk monitoring. Misalnya seperti, apakah masyarakat itu memanfaatkan lahan hutan itu dengan benar atau tidak. Karena dalam perjanjian dan perizinan memang hanya dimanfaatkan untuk produksi dan sebagainya, tidak bisa dipakai yang lain-lainnya Sehingga bisa dilihat kesesuaian dan monitoring itu semua.

“Kira-kira gambaran sistemnya begitu. Artinya, semua anggota itu bisa tahu atau transparan uang yang diterima berapa, dikeluarkan berapa, kemudian potensinya berapa, itu semua bisa dilihat oleh anggota,” tambahnya. (Sgi)

Kredit

Bagikan