Unissula Perkuat Implementasi Pancasila

user
Agusigit 07 Desember 2022, 04:17 WIB
untitled

Krjogja.com - SEMARANG- Dandim Kota Semarang Letkol Infantri Honi Havana MMds menyampaikan pentingnya persatuan bangsa berasaskan Pancasila.

Hal tersebut disampaikan Dandim saat di depan forum diskusi FGD tentang wawasan kebangsaan di kampus Unissula yang dibuka langsung oleh Rektor Unissula Prof Dr Gunarto SH MHum, Selasa (6/12/2022).

"Pancasila merupakan dasar negara yang luar biasa. Maka Pancasila menjadi sebuah kesepakatan bersama sebagai dasar negara yang menyatukan seluruh perbedaan.  Sehingga apabila saat ini banyak ditemui hal-hal yang tidak pas, yang salah bukan Pancasilanya. Yang salah adalah pelakunya, yang tidak benar-benar mengamalkan apa yang terkandung di dalam Pancasila,” ungkapnya.

Menurut Dandim, sebagai falsafah negara Pancasila tidak merugikan diri sendiri, sesama, dan bangsa. Menurutnya, generasi khaira ummah itu ya Pancasila. Dengan mengerti dan memahami nilai-nilai Pancasila tujuan dari Unissula untuk membangun generasi khoiru ummah (generasi terbai) akan terwujud. Yaitu generasi yang tidak merugikan orang lain dan yang memberi manfaat bagi orang lain.

Sayangnya, tambah Dandim, banyak ideologi yang ingin merusak Pancasila. Mulai dari komunisme, kapitalisme, hingga radikalisme.

“Hal ini karena ketahanan ideologi kita belum kuat, dan karakter atau adab masyarakat kita belum pancasilais. Masih banyak di lingkungan kita yang masih bangga dengan perbuatan yang merugikan lingkungan sekitarnya. Maka Kembali lagi ke sholat. Apakah sudah benar sholat yang kita kerjakan?. Karena pada hakikatnya sholat adalah mencegah perbuatan keji dan mungkar,” ungkapnya.

Rektor Unissula Prof Dr Gunarto SH MHum menyampaikan persatuan yang sesungguhnya adalah bersatu karena iman kepada Allah.  Dirinya juga berpesan untuk selalu bersatu dalam ketaqwaan dan kebaikan.

“Maka saya menghimbau para pejabat, dosen, staf untuk bisa berjama’ah di masjid kampus (Masjid Abu Bakar Assegaf). Sesungguhnya sholat itu mencegah perbuatan keji dan mungkar. Sehingga Pancasila sebagai pemersatu bangsa itu tadi adalah untuk meningkatkan ketaqwaan kita kepada Allah,” jelasnya.

Lebih lanjut ia melanjutkan saat ini Indonesia membutuhkan hadirnya generasi terbaik (khaira ummah). Generasi saat ini dipengaruhi oleh kapitalisme dan sosialisme yang sangat kuat. Sehingga tantangan terbesar Unissula adalah untuk mewujudkan generasi khaira ummah dengan mengamalkan Budaya akademik islami untuk menjadi bangsa yang sejahtera, adil dan dirahmati Allah.

Menurutnya pula ada tiga faktor penting di dalam Budaya Akademik Islami. Pertama, integrasi antara ilmu sains dan ilmu agama. Kedua membersihkan hati dengan membangun akhlak sesuai dengan ajaran Rosulullah. Dan ketiga menghormati orang tua (birrul walidain). Karena ridho Allah bersama ridhonya kedua orang tua.

Acara FGD dimoderatori oleh Dekan Fakultas Hukum Dr Bambang Tri Bawono SH MH. Hadir pula dalam kesempatan tersebut di antaranya Wakil Rektor I Andre Sugiyono ST MM PhD, Wakil Rektor II Dedi Rusdi SE MSi Akt CA, dan Wakil Rektor III M Qomaruddin ST MSc PhD, Dekan, Wakil Dekan, dan kaprodi dari program diploma (D3), sarjana (S1), pascasarjana (S2), dan doktoral (S3). Serta pejabat struktural di lingkungan Unissula dan aktivis mahasiswa Unissula. (Sgi)

Kredit

Bagikan