DIY Optimis Sambut Pariwisata 2023 di Tengah Ancaman Resesi, Ini Sebabnya

user
Ary B Prass 07 Desember 2022, 15:47 WIB
untitled

 
YOGYA - Pariwisata DIY optimis menyambut tahun 2023 di tengah ancaman resesi global. Pernyataan tersebut disampaikan para pembicara yang hadir dalam webinar hybrid bertajuk Yogyakarta Tourism Outlook 2023 yang digagas Gabungan Industri Pariwisata Indonesia (GIPI) DIY dan Badan Pelaksana Otorita Borobudur (BOB) di El Royal Malioboro, Rabu (7/12/2022). 
 
Kepala Dinas Pariwisata DIY, Singgih Raharjo, mengatakan pihaknya melihat progres kunjungan wisatawan positif di DIY juga pertumbuhan ekonomi. Pertumbuhan jumlah wisatawan sebelum, saat dan setelah pandemi juga telah menunjukkan grafik baik, hampir menyamai angka sebelum pandemi. 
 
“Ini sinyal positif, harapannya akan terus terjaga di tahun 2023, yang dikatakan gelap belum menentu. Belajar dari pandemi kita bisa gunakan pola, seperti wisata lokal, orang lokal yang berwisata ke Jogja. Kita optimis 2023-2024 meski bayang-bayang global yang abu-abu. Kita harus melakukan adaptasi, inovasi dan kolaborasi. Semoga di Jogja dan Indonesia bisa menghindarkan dari ancaman resesi ini. Kita gelorakan Jogja dan Indonesia tidak resesi, agar orang berani spending di sini,” ungkap Singgih. 
 
Wisatawan lokal akan menjadi pendongkrak pariwisata DIY jika memang resesi akan membawa pengaruh. Berbagai atraksi dan insentif disiapkan Pemda DIY untuk memaksimalkan kunjungan wisatawan di momentum 2023-2024. 
 
“Salah satunya kawasan selatan harus didorong tak hanya siang hari tapi juga malam. Potensi Pantai Depok dan sekitarnya pasti dengan kuliner seafood. Kita bisa create restoran malam hari dan ini sangat memungkinkan. Kualitas UMKM juga meningkat. Ada pula aktivitas seni budaya yang jadi kolaborasi menarik. Ini ada pementasan reguler tiap weekend dan sebagainya. Ini seiring dengan penataan. 2023, tentu akan ada adaptasi, custom jumlah, tidak harus banyak orang harus kita bisa ciptakan pelayanan. Kita bisa beri insentif diskon 50 persen untuk destinasi bagi wisatawan, ini menarik dan harapannya mendongkrak kunjungan,” sambungnya lagi. 
 
Sementara, Ketua GIPI DIY, Bobby Ardyanto Setyo Aji, mengatakan adanya isu berkembang bahwa 2023 resesi, justru menjadi penyemangat untuk berkreasi dan memaksimalkan potensi. DIY menurut Bobby tertolong dengan mayoritas wisatawan lokal yang berkunjung. 
 
“Kelas menengah kita membesar, pergerakan wisatawan perlu dukungan kualitas yang baik. Kita masuk era quality tourism tak hanya kuantitas dan keberlanjutannya. Kenaikan UMP saat ini memberi dampak positif, daya beli naik harapannya juga jadi suporting pariwisata. DIY punya keunggulan banyaknya wisatawan domestik akan jadi penunjang, ini yang akan kita maksimalkan tentu didukung aksesibilitas jadi hal yang penting untuk memudahkan area wisata dari berbagai daerah,” tandas dia. 
 
Ketua Komisi B DPRD DIY, Andriana Wulandari menambahkan strategi dan langkah kolaborasi lintas dinas harus dilakukan agar pariwisata di DIY bisa maju. Pariwisata dan kebudayaan lokal harus dikolaborasikan, agar jadi daya tarik wisatawan datang ke Jogja ke depan. 
 
“Penganggaran ada di DPRD DIY, tentu bisa mendukung pengembangan pariwisata, harapannya bisa lebih maksimal ke depan. Dominasi wisatawan domestik ini bisa jadi penyangga ke depan, meski tetap harus waspada dengan ancaman resesi. Tapi kita optimis pariwisata ke depan masih bagus,” pungkas dia. (Fxh)

Kredit

Bagikan