Memperlama Wisatawan Tinggal, Muncul Usulan Paket Wisata ‘Nginap di Kraton’

user
Danar W 08 Desember 2022, 07:10 WIB
untitled

Krjogja.com - YOGYA - Masyarakat tidak perlu khawatir dengan resesi 2023, bahkan bisa dikatakan DIY masih aman. Yang perlu dikritisi, Yogya yang hidup bertumpu pariwisata ini tidak ada kolabaorasi antara kabupaten -kota. Akibatnya, daerah menjual sendiri-sendiri sehingga dikhawatirkan pengembangannya tidak optimal.

Hal tersebut dikemukakan Ketua Panitia Diskusi Outlook Ekonomi Indonesia 2023 Priyonggo Suseno PhD dan salah seorang narasumber Prof Agus Widaryono PhD kepada media, Rabu (7/12/2022) siang di auditorium FBE Condongcatur. Diskusi menghadirkan narasumber Asisten Deputi Direktur BI DIY Rifat Pasha, Sekretaris ISEI Yogyakarta Dr Y Susilo, akademisi FBE UII Prof Agus Widaryono PhD dan Wakil Ketua Kadin DIY Robby Kusumaharta dengan moderator Wapemred Kedaulatan Rakyat, Ronny Sugiantoro MM CHE.

“Mengingat lama nginap di Yogya yang pendek dan belanja wisata yang rendah, tadi sempat muncul usulan peserta dalam diskusi, agar dibangun paket wisata yang khas, misal menginap di kraton,” kata Agus Widaryono. Meski usulan disebut Agus tidak mendapat perhatian serius, namun hal ini menunjukkan perlunya Yogya mengembangkan paket-paket wisata yang khas, spesifik dan tidak ada di tempat lain.

Priyonggo menyebutkan, dua pembicara yakni Y Susilo dan Robby Kusumaharga secara khusus melakukan analisis terhadap perekonomian DIY. Menurut Susilo yang juga Dosen FBE UAJY, ekonomi DIY hingga Oktober 2022 menunjukkan adanya pertumbuhan mulai meningkat sejak TW III 2021 sebesar 2,3% hingga TW III 2022 sebesar 5,8%. Ini karena menurut Y Susilo, kekuatan ekonomi DIY ditopang 5 motor penggerak ekonomi yakni pariwisata yang masih bisa bertahan, konstruksi yang meningkat, kontribusi ekspor yang masih tumbuh meski menurun, konsumsi masyarakat yang meningkat serta peran UMKM dan sector pendidikan.

Karenanya menururt Robby Kusumaharta, kita harus melakukan perubahan mindset untuk mengubah tantangan resesi global menjadi peluang. Indonesia menurutnya memiliki nilai-nilai luhur yang dapat dimanfaatkan untuk menggali potensi ekonomi. Seperti jumlah penduduk, letak geografis, sumberdaya alam dan sumberdaya manusia serta adanya trust dunia terhadap Indonesia seperti Presidensi G20 dan kekuatan ASEAN.

Apalagi seperti disebut Assistant Deputi BI KP Yogyakarta Rifat Pasha, ekonomi DIY telah pulih lebih cepat dibanding provinsi lain di Jawa. Menurutnya, terkendalinya kasus covid-19 dan pelonggaran mobilitas mendukung akselerasi pertumbuhan ekonomi DIY Triwulan II 2022. Pertumbuhan ekonomi DIY ditopang membaiknya kinerja komponen konsumsi rumahtangga dan net ekspor.

Lapangan usaha sector pariwisata telah tumbuh ditopang sector transportasi dan pergudangan, pertanian, akomodasi dan makan minum yang menjadi penopang pertumbuhan ekonomi DIY. Hal yang menjadi tantangan di DIY adalah tingginya inflasi yang tercatat lebih tinggi dari inflasi nasional. (Fsy)

Kredit

Bagikan