KR Terima Penghargaan UNICEF, DIY Jadi Project Percontohan Dunia

user
Agusigit 08 Desember 2022, 19:31 WIB
untitled

Krjogja.com - SLEMAN - Koordinator Konsultan Imunisasi Unicef Wilayah Jawa dr Rusipah M Kes mengatakan, DIY sudah sejak lama atau sekitar tahun 2007 berbeda dengan provinsi lain di Indonesia masalah imunisasi polio tetes. DIY sudah merubah polio tetes menjadi polio suntik pertama kalinya. Ini yang membedakan DIY dengan provinsi lainnya, karena imuniasi polio tetes tidak diberikan lagi telah diganti dengan imuniasi polio suntik.

"Karenanya DIY menjadi project percontohan dunia dalam menggunakan IPV atau imunisasi polio suntik yang mempunyai potensi sangat rendah untuk terjadinya mutasi vaksin. Kenapa DIY dipilih menjadi project percontohan dunia, karena DIY mempunyai cakupan imunisasi yang terus menerus setiap tahunnya selalu tinggi. Anak-anaknya sudah mempunyai kekebalan yang cukup tinggi, sehingga diganti dengan imunisasi polio suntik yang lebih aman," ujar Rusipah yang menjadi nara sumber dalam talkshow bertajuk 'Jogja Istimewa Tetap Kejar Imunisasi' yang diadakan di Aula lantai atas Kantor Kwarda Pramuka DIY, Babarsari, Depok, Sleman, Kamis (8/12).

Selain Rusipah, dua narasumber lainnya dalam acara talk show yaitu Kepala Dinkes DIY drg Pembajun Setyaningastutie MKes dan Ketua Kwarda Pramuka DIY GKR Mangkubumi.

Sebelum kegiatan talk show diadakan Rusipah dari Unicef memberikan penghargaan kepada media cetak SKH Kedaulatan Rakyat yang diterima Pemred KR Drs H Octo Lampito MPd. Penghargaan serupa juga diberikan kepada media elektronik RRI Yogya dan Kwarda Pramuka DIY yang diterima GKR Mangkubumi.

Sedangkan drg Pembajun mengatakan, kegiatan imunisasi sudah sejak dari awal dilakukan masyarakat Yogyakarta yang istimewa. Untuk itu, kegiatan imunisasi tidak akan berhasil kalau kesadaran masyarakat tentang imunisasi nol. "Alhamdulillah imunisasi di DIY tertinggi diatas nasional. Pada tahun 2021 imunisasi sempat turun sedikit, tapi bisa kita kejar lagi. Ya, program imunisasi ini bisa berhasil bila ada kerja sama semua sektor, sehingga teman-teman tenaga kesehatan bisa untuk mencapainya. Pada tahun 2021 program imunisasi di DIY bisa mencapai 94 lebih sekian persen. Saat ini DIY akan melakukan program imunisasi Kejar," papar Pembajun.

Sementara GKR Mangkubumi menambahkan, masalah vaksin sekarang jauh lebih baik dari zaman saya ketika masih anak-anak. "Sekarang vaksinnya lebih canggih, kualitasnya jauh lebih bagus dari segi keamanan. Vaksin diare memang jadi permasalahan yang sudah cukup lama bagi anak-anak, karena kadang-kadang yang membuat tidak terkendali akibat faktor lingkungan dan sebagainya," ungkap GKR Mangkubumi. (Rar)

 

Kredit

Bagikan