Jadi Potensi Daya Tarik Wisata, 28 Patung Bambu Hiasi Hargobinangun

user
Agusigit 08 Desember 2022, 19:56 WIB
untitled

SLEMAN - Kawasan-kawasan penanda Kalurahan Hargobinangun, Kapanewon Pakem, Kabupaten Sleman, tampak berbeda beberapa hari terakhir. 28 patung dari bambu karya warga masyarakat setempat bermunculan dengan keindahan yang ditawarkan masing-masing. 
 
Ada yang berbentuk kuda, kerbau, kupu-kupu, tugu hingga prajurit dikreasi warga. Bukan tanpa sebab memang warga berkreasi menggunakan bambu karena memang tanaman itu banyak tumbuh mulai bambu petung sampai bambu ori dan bambu kuning. 
 
Lurah Hargobinangun, Kapanewon Pakem, Amin Sarjito mengatakan selain untuk membuat dinding atau gedek, bambu bisa dimanfaatkan untuk berbagai hal lain. Misalnya souvenir maupun mainan anak-anak hingga seperti lincak, tempat tidur dan berbagai mebel lainnya bisa dikreasi dengan bambu. 
 
“Secara khusus untuk memperingati hari jadi ke 76 ini kami mengelar lomba patung dengan bahan baku dari bambu. Ada 28 RW yang ikut serta sehingga ada 28 patung berbagai bentuk yang dibuat,” ungkapnya, Kamis (8/12/2022). 
 
Meski lomba patung dari bahan bambu ini hanya tingkat Kalurahan, namun manfaat dan misinya sarat makna. Betapa tidak, bambu yang selama ini, kurang diperhatikan ternyata bisa membawa manfaat keindahan penghias dipintu masuk desa.
 
“Membuat lincak atau meja kursi dari bambu sudah biasa bahkan sering kita lihat, tapi kami ingin melihat yang lain. Ternyata bambu juga bisa untuk membuat patung binatang seperti Sapi, Harimau, Kuda, bahkan bisa untuk membuat patung pak tani. Semuanya indah dan bagus, bisa dikreasikan,” sambungnya. 
 
Patung yang dilombakan wajib dipasang di pintu masuk desa, sehingga masyarakat maupun juri yang terdiri dari akademisi dan kurator seni bisa melihat langsung patung yang dibuat. “Dari 28 patung yang dilombakan tampak cukup bagus-bagus, jujur kami tidak menyangka kalau warga di Kalurahan ini banyak yang memiliki jiwa seni,'' sambung Itock Van Diera, konsultan destinasi wisata Kadin disela-sela mengamati patung yang dilombakan.
 
Lebih lanjut Itock Van Diera dengan didampingi juri Hajar Pamadhi, Kurator Seni dan Agung Wisaksono, Dosen Institut Seni Indonesia (ISI) Yogyakarta, ada 28 patung dari bambu yang dinilai. Juri akan melihat daya kreativitas peserta.  
 
“Bambu warna kuning maupun coklat kan ada, tinggal menyesuaikan dengan model. Jangan dicat, karena tidak orisinil. Kami ingin keaslian dari karya patung bambu,” timpal Hajar Pamadhi. 
 
Pesan yang ingin disampaikan, melalui lomba patung dari bahan dasar bambu ini setidaknya bisa menumbuhkan kecintaan warga terhadap bambu. Sekaligus di sisi lain bisa menunjukkan bahwa Hargobinangun merupakan salah satu pusat kebun bambu di DIY. 
 
Bila dikelola dengan baik bambu juga bisa menjadi sumber kehidupan warga, karena bambu bisa dibuat apa saja. Dengan seni bambu warga Hargobinangun ingin menciptakan destinasi baru di lereng gunung Merapi bagian selatan. (Fxh)

Kredit

Bagikan