Klaim Berjiwa Marhaenis, Jalankan Politik Anggaran Melawan Kemiskinan

user
Agusigit 08 Desember 2022, 20:35 WIB
untitled

Krjogja.com - PURBALINGGA - Bupati Purbalingga Dyah Hayuning Pratiwi (Tiwi) mengaku berjiwa Marhaenis. karenanya, ia menerapkan politik anggaran dalam menyusun APBD untuk mengentaskan kemiskinan.

"Contoh konkret politik anggaran kami bersama Ketua DPRD, meliputi program renovasi Rumah Tidak Layak Huni (RTLH), bantuan rantang berkah berupa jaminan makanan untuk lansia sebatang kara, bantuan beras dan lele, bantuan jambanisasi, dan berbagai bantuan bagi warga yang ingin berdikari secara ekonom," tutur Bupati Tiwi, pada kegiatan pelantikan 18 Ketua Pengurus Kecamatan Keluarga Besar Marhaenis (KBM) Purbalingga di Pendapa Dipokusumo, Kamis siang (8/12/2022).

Ketua KBM kecamatan itu dilantik oleh Ketua DPP KBM Jawa Tengah, Soetjipto. Disaksikan Bupati Purbalingga Dyah Hayuning Pratiwi dan Wakil Bupati Purbalingga Sudono yang merupakan bagian dari KBM Kabupaten Purbalingga.

Marhaenisme, lanjut Tiwi, merupakan doktrin perjuangan yang dicetuskan Sang Proklamator Bung Karno untuk melawan segala bentuk penindasan, penjajahan, kolonialisme, imperialisme dan kapitalisme. Tugas kaum Marhaenis saat melawan kemiskinan dan kebodohan.

Karenanya, berbagai program Pemkab Purbalingga dijalankan dengan politik anggaran melawan kemiskinan. Diantaranya program pemugaran Rumah Tidak Layak Huni (RTLH), Bantuan Rantang Berkah atau jaminan makanan untuk lansia sebatang kara, bantuan Beras dan Lele, bantuan Jambanisasi, dan berbagai bantuan bagi mereka yang ingin berdikari secara ekonomi.

"Politik anggaran ini semata-mata untuk mengimplementasikan ajaran Sang Proklamator," ujarnya.

Ketua DPP KBM Jawa Tengah, Soetjipto menyebutkan, untuk menjadi bangsa besar, negara harus berdaulat di bidang politik, berdikari di bidang ekonomi dan berkepribadian dalam berkebudayaan.

"Itu perjuangan sang pendiri bangsa Bung Karno. Tugas kita untuk mewujudkannya," ujar Sucipto.

Pelantikan pengurus KBM hingga tingkat kecamatan itu merupakan upaya melebarkan sayap organisasi. Terutama untuk mempersatukan Marhaenis yang selama ini masih terpencar dari berbagai profesi, berbagai latar belakang, berbagai partai politik untuk kembali seiring dalam satu langkah barisan melanjutkan perjuangan Sang Proklamator Bung Karno. (Rus)

Kredit

Bagikan