Antisipasi Bencana Hidrometeorologi BPBD Fokus Normalisasi Drainase

user
Agusigit 08 Desember 2022, 22:15 WIB
untitled

Krjogja.com - KULONPROGO - Penjabat Bupati Kulonprogo Drs Tri Saktiyana mengimbau masyarakat mengadakan gerakan bersama pembersihan sampah seperti tumbukan kayu dan daun di saluran-saluran air. Hal itu penting agar aliran air menjadi lancar dan mengurangi landslide di lereng.

"Penerbitan surat edaran (SE) tentang normalisasi drainase bagi lurah dan panewu penting mengingat sebagian besar landslide di Kulonprogo dipicu oleh aliran air yang membahayakan ketika arusnya semakin deras. Selain itu, disebabkan saluran air yang ada tidak berfungsi secara optimal," katanya, Kamis (8/12).

Selain itu pihaknya juga berharap adanya gerakan penanaman bibit pohon dan mengingatkan masyarakat untuk mengurangi penebangan pohon khususnya di wilayah lereng agar lebih aman menghadapi curah hujan yang masih di atas rata-rata hingga Januari 2023 mendatang.

Disinggung tentang alokasi anggaran untuk penanganan bencana di 2022 yang sudah menipis. Diharapkan tidak terjadi bencana hidrometeorologi. Kendati demikian pemkab akan mengupayakan anggaran jika nanti terjadi bencana. "Kalau kebencanaan bisa lebih fleksibel. Jika benar-benar diperlukan kita siap. Yang dianggarkan tinggal Rp 100-200 juta, mudah-mudahan mencukupi. Kalau kurang kita usahakan dengan mencarikan dana lain," tuturnya.

Kepala Pelaksana Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kulonprogo, Joko Satyo Nahrowi mengatakan, sebagai antisipasi bencana hidrometeorologi di kabupaten ini, pihaknya segera menerbitkan SE tentang normalisasi drainase bagi lurah dan panewu. Penerbitan SE merupakan tindaklanjut atas perintah Pj Bupati Tri Saktiyana beberapa waktu lalu.

Berdasarkan perkiraan cuaca dari Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG) maka SE akan berlaku sekitar enam bulan di 12 kapanewon dan 88 kalurahan/ kelurahan di Kulonprogo. (Rul)

Kredit

Bagikan