Kedaireka-UP45 Kembangkan Sistem IoT Inovatif Pengelolaan Sampah di Bantul

user
Tomi Sujatmiko 10 Desember 2022, 07:07 WIB
untitled

Krjogja.com - BANTUL - Tim Universitas Proklamasi 45 (UP45) bersama Kedaireka berkolaborasi mengembangkan dan mengimplentasikan Program Pengelolaan sampah inovatif dengan sentuhan sistem Internet of Things (IoT). Jumat (9/12/2022) dilakukan serah terima perangkat sistem sensor timbang sampah otomatis, aplikasi di server KSM dan aplikasi yang diinstal di gawai nasabah.

Tin dari UP45 diketuai Enda Apriani dari Prodi Teknik Industri dan anggota tim Teknik Lingkungan, Teknologi Informasi, Teknik Mesin, Teknik Perminyakan dan Manajemen. Tim ini membawa sentuhan sistem IoT untuk mempermudah pengelolaan sampah dan peningatan efektivitas.

“Tim UP45 membuat desain tempat sampah terpilah khusus sejumlah 300 unit kepada nasabah KSM Agung Rezeki Jetis Bantul dengan sistem aplikasi IoT yang terdiri dari sistem sensor timbang sampah otomatis, aplikasi di server KSM dan aplikasi yang diinstal di gawai nasabah. Program ini mendukung pemilahan sampah dari rumah tangga yang diinisiasi Pemkab Bantul,” ungkapnya.

Program ini bertujuan meningkatkan edukasi pemilahan sampah dan mengurangi sampah yang dibuang ke TPST Piyungan yang saat ini sudah penuh. Sampah yang sudah terpilah dari nasabah, kemudian diangkut menggunakan armada yang sudah di desain khusus dengan Sensor Load untuk menimbang secara otomatis serta mikrokontroler dan sistem Aplikasi IOT yang secara otomatis terbaca di aplikasi yang terpasang di gadget nasabah.

“Sistem Aplikasi ini dapat membantu nasabah dan juga pihak Pengelola TPS untuk mengetahui data -data sampah harian dan total bulanan baik sampah organik, recycle maupun residu. Sistem ini membantu terwujudnya Supplay Chain Management (SCM) yang nantinya akan sangat membantu untuk pengolahan sampah juga laporan pengelolaan sampah untuk warga nasabah dan juga pemerintah,” sambung dia.

Program Matching Fund Kedaireka ini diharapkan menjadi salah satu upaya riil dalam pengelolaan sampah berbasis sistem supplay chain management yang baik dengan sentuhan IoT yang mempermudah pengelolaannya. Hal ini diharapkan ke depannya dapat menjadi awalan untuk pengelolaan sampah yang lebih produktif dan ramah lingkungan.

Dr Benedictus Renny See, Rektor UP45 program tersebut menjadi salah satu kolaborasi yang baik untuk pengelolaan sampah lebih lanjut terutama untuk tahapan lebih luas yakni dengan teknologi ramah lingkungan. Implementasi program ini berupa sistem dan teknologi IoT untuk mengetahui aliran sampah dari nasabah hingga ke TPS/Hanggar dengan pendataan yang baik dan presisi akan menjadi terobosan baru dalam pengelolaan sampah lebih lanjut sehingga dapat berkontribusi dalam menangani masalah sampah di Bantul.

“Ada tantangan yakni kemauan warga masyarakat untuk memilah sampah agar sistem teknologi yang sudah disiapkan dapat berjalan. Ini yang harus terus disosialisasikan oleh tim dan berbagai pihak. Persoalan sampah ini harus ditanggapi dengan serius,” tandasnya.

Bantul memiliki program Bantul Bersama 2025 yang salah satu programnya adalah memilah sampah dari sumbernya. Diharapkan warga masyarakat mulai memilah sampah dan sadar ancaman sampah yang muncul ketika TPST Piyungan Bantul mulai penuh. (Fxh)

Kredit

Bagikan