Selesaikan Rehab RTLH Pemkab Sukoharjo Wujudkan Rumah Warga Layak Huni

user
Ary B Prass 12 Desember 2022, 13:17 WIB
untitled

Krjogja.com - SUKOHARJO - Sebanyak 1.152 unit rumah tidak layak huni (RTLH) di 12 kecamatan di Kabupaten Sukoharjo tertangani dan diharapkan rehab segera selesai hingga akhir Desember 2022.

Jumlah RTLH yang direhab kemungkinan besar bertambah bersumber dari dana desa, alokasi dana desa (ADD) dan Badan Amil Zakat Nasional (Baznas).

Sub Koordinator Perumahan Formal dan Swadaya Dinas Perumahan dan Kawasan Permukiman (DPKP) Sukoharjo Puruhito Wiratmoko, Senin (12/12/2022) mengatakan, program RTLH yang berada dibidang DPKP Sukoharjo tercatat ada 1.152 unit.

Sebagian besar RTLH tersebut sudah terselesaikan. Sedangkan sisanya masih dalam proses rehab dan diperkirakan hingga akhir tahun 2022 selesai.

"Sampai akhir Desember 2022 selesai semua. Ada 1.152 unit RTLH itu yang ada di dinas kami. Jumlahnya masih bisa bertambah dari dana desa, ADD dan Baznas," ujarnya.

Sebanyak 1.152 unit RTLH yang mendapat bantuan rehab tersebut dikerjakan sejak beberapa bulan lalu. Warga penerima bantuan sebelumnya dilakukan pendataan dan verifikasi lebih dulu.

Masing-masing warga menerima bantuan rehab dengan nilai bervariasi berdasarkan sumbernya. DPKP Sukoharjo memberikan pendampingan dan pemantauan selama proses rehab.

"Sumber bantuan RTLH ada dari pusat, provinsi dan daerah serta CSR Bank Jateng," lanjutnya.

Puruhito mengatakan, hingga akhir tahun 2022 nanti diperkirakan lebih dari 1.000 unit RTLH sudah tertangani rehab. Sebab dari kewenangan DPKP Sukoharjo sendiri sudah ada 1.152 unit RTLH mendapat bantuan rehab.

"RTLH bantuan dari dana desa, ADD dan Baznas juga banyak. Khusus untuk Baznas bahkan bantuan mendapat dukungan penuh dari Bupati Sukoharjo Etik Suryani dengan turun mendatangi warga penerima," lanjutnya.

Sebaran RTLH di Kabupaten Sukoharjo merata di 12 kecamatan. Jumlah di masing-masing kecamatan bervariasi dengan angka tertinggi di Kecamatan Weru dan terendah di Kecamatan Baki.

Berdasarkan basis data terpadu (BDT) tahun 2021 diketahui ada 11.524 RTLH tersebar merata di 12 kecamatan. RTLH dipastikan ada di setiap kecamatan dengan jumlah bervariasi. Keberadaan RTLH tersebut mendapat perhatian serius Pemkab Sukoharjo untuk segera dilakukan penanganan.

Berdasarkan BDT DPKP Sukoharjo tahun 2021 diketahui jumlah RTLH paling tinggi berada di wilayah Kecamatan Weru 2.450 unit.

Sedangkan terendah di Kecamatan Baki 390 unit RTLH. Jumlah RTLH di sepuluh kecamatan lain rinciannya, Kecamatan Bendosari 736 unit, Kecamatan Bulu 876 unit, Kecamatan Gatak 617 unit, Kecamatan Grogol 626 unit, Kecamatan Kartasura 694 unit, Kecamatan Mojolaban 796 unit, Kecamatan Nguter 874 unit, Kecamatan Polokarto 982 unit, Kecamatan Sukoharjo 902 unit, Kecamatan Tawangsari 1.581 unit.

Pemkab Sukoharjo setelah mengetahui hasil BDT RTLH DPKP Sukoharjo langsung melakukan tindaklanjut dengan melakukan rehab.

Pada tahun 2021 diketahui total ada 751 unit RTLH yang sudah mendapat bantuan rehab. Rinciannya, 5 unit RTLH mendapat bantuan rehab dari Dana Alokasi Khusus (DAK).

Lalu 86 unit Bantuan Keuangan (Bankeu) Provinsi Jawa Tengah, 397 unit bersumber dari BSPS, 26 unit dari APBD Sukoharjo, 183 unit dari APBD Perubahan Sukoharjo, 54 unit dari Dana Desa (DD) atau Alokasi Dana Desa (ADD).

Sedangkan pada tahun 2022 direncanakan ada lebih dari 1.000 unit RTLH tertangani. "Untuk data pasti RTLH kami masih menunggu hingga akhir Desember 2022 ini. Kami perlu koordinasi lanjutan dengan pihak terkait seperti pemerintah desa dan Baznas mengingat kedua instansi tersebut berperan membantu RTLH," lanjutnya.

Jumlah RTLH di Kabupaten Sukoharjo diharapkan DPKP Sukoharjo terus berkurang setiap tahun. Sebab program rehab selalu berjalan termasuk saat pandemi virus Corona lalu.

"Total tahun 2021 dan tahun 2022 ada 1.786 unit RTLH tertangani. Untuk tahun 2021 sudah selesai dan tahun 2022 ini masih berjalan. Diharapkan hingga akhir tahun 2022 masih ada RTLH yang tertangani sehingga mengurangi angka RTLH yang ada di Kabupaten Sukoharjo," lanjutnya.

Pemkab Sukoharjo sangat serius dalam penanganan RTLH. Hal ini terbukti dengan Bupati Sukoharjo Etik Suryani beserta pejabat terkait turun langsung ke lokasi dan menyerahkan bantuan RTLH ke warga penerima. Kegiatan tersebut bahkan sudah sering dilakukan bupati dibeberapa wilayah.

"Bupati Sukoharjo turun langsung mengantar dan memberikan bantuan RTLH ke warga penerima. Ini bentuk bukti dan wujud nyata Pemkab Sukoharjo membantu masyarakat," lanjutnya.

DPKP Sukoharjo juga mengapresiasi peran dan bantuan Baznas Sukoharjo dalam membantu penanganan RTLH. Sebab bantuan yang diberikan sangat berharga bagi warga penerima sekaligus untuk Pemkab Sukoharjo karena bisa menekan angka RTLH.

"Baznas Sukoharjo sangat aktif membantu RTLH dan ini sangat penting. Kami apresiasi itu dan kedepan dihadapkan ada pihak lainnya ikut peduli membantu warga kurang mampu mendapatkan pemenuhan rumah layak huni," lanjutnya. (Mam)

Kredit

Bagikan