Ungkap Kasus Upal Kapolres Sukoharjo Dapat Penghargaan Bank Indonesia

user
Ary B Prass 06 Januari 2023, 22:57 WIB
untitled

Krjogja.com - SUKOHARJO - Polres Sukoharjo menerima penghargaan dari Bank Indonesia atas prestasinya dalam pengungkapan kasus pabrik uang palsu (upal) di Kampung Larangan, Kelurahan Gayam, Kecamatan Sukoharjo pada tahun 2022 lalu.

Sinergitas Polres Sukoharjo dan Bank Indonesia akan terus dilakukan mengingat pada awal tahun 2023 kembali berhasil diungkap peredaran upal.

Bank Indonesia juga memberikan penghargaan kepada anggota Polres Sukoharjo yang terlibat dalam pengungkapan kasus upal di Kampung Larangan, Kelurahan Gayam, Kecamatan Sukoharjo.

Penyerahan penghargaan dilakukan di Mapolres Sukoharjo baru di wilayah Kelurahan Mandan, Kecamatan Sukoharjo, Jumat (6/1).

Deputi Perwakilan Bank Indonesia Jawa Tengah Panji Ahmad mengatakan, Bank Indonesia sebagai pemegang otoritas peredaran uang di Indonesia mengapresiasi kerja keras Polres Sukoharjo dalam pengungkapan kasus peredaran upal. Sebagai bentuk apresiasi maka diserahkan piagam penghargaan.

Penghargaan diberikan Bank Indonesia baik kepada anggota, Kapolres dan Polres Sukoharjo. Bank Indonesia akan terus berkomitmen menjaga sinergitas dengan Polres Sukoharjo dalam pengawasan peredaran uang di masyarakat. Hal ini sebagai bentuk antisipasi peredaran upal.

"Bank Indonesia sangat mengapresiasi kerja keras Polres Sukoharjo dalam pengungkapan kasus peredaran upal," ujarnya.

Kepala Perwakilan Bank Indonesia Solo Nugroho Joko Prastowo mengatakan, prestasi Polres Sukoharjo dalam pengungkapan kasus peredaran upal sangat besar.

Sebab dalam pengungkapan tersebut tidak hanya sekedar peredaran saja, melainkan juga pabrik atau tempat produksi.

Upal yang dihasilkan ditempat produksi di Kampung Larangan, Kelurahan Gayam, Kecamatan Sukoharjo sangat besar. Bahkan upal hasil produksi diedarkan ke daerah lain.

"Prestasi Polres Sukoharjo ini tentu membanggakan dan sangat pantas mendapat penghargaan. Tahun 2022 berhasil ungkap kasus peredaran upal dengan nilai besar. Di awal tahun 2023 ini kembali mengungkap kasus upal," ujarnya.

Nugroho Joko Prastowo menambahkan, pengungkapan kasus peredaran upal pada awal tahun 2023 ini ditemukan saat pelaku berbelanja di pasar tradisional. Pedagang dengan teliti mampu mendeteksi uang yang dipakai pelaku palsu.

"Terus kami sosialisasikan ke masyarakat mengenai ciri uang rupiah asli sebagai mata uang resmi di Indonesia. Selain itu juga bagaimana membedakan dengan uang palsu. Seperti pengungkapan kasus di tahun 2023 ini pedagang sangat teliti bisa membedakan mana uang asli dan palsu sampai akhirnya pelaku ditangkap," lanjutnya.

Kapolres Sukoharjo AKBP Wahyu Nugroho Setyawan mengatakan, Penghargaan ini menjadi pemacu semangat anggota dalam bekerja.

Di sisi lain, juga sebagai pembuktian kinerja anggota setelah berhasil mengungkap kasus peredaran upal dengan nilai besar pada tahun 2022 lalu.

"Kami akan terus melakukan pengawasan karena memang peredaran upal ini sangat rawan. Apalagi menjelang tahun politik 2024 nanti semakin kami perketat pengawasannya. Jangan sampai pelaku memanfaatkan momen tersebut untuk mengedarkan upal," ujarnya.

AKBP Wahyu Nugroho Setyawan, mengatakan, peredaran upal pada tahun 2022 menjadi kasus menonjol. Pengungkapan berawal mendasari informasi dari Polres Mesuji Polda Lampung.

Satuan Reskrim Polres Sukoharjo kemudian menindaklanjuti dengan melakukan penyelidikan bersama dengan Polres Mesuji.

Kemudian pada Senin 24 Oktober 2022 sekitar pukul 09.00 WIB berhasil menangkap tersangka Sarimin beserta barang bukti upal sebanyak 8.208 lembar atau senilai Rp 820.800.000.

Berserta mesin pencetak untuk mencetak upal, alat sablon untuk menyablon logo pada upal serta seperangkat komputer untuk mendesain gambar upal pecahan seratus ribuan di percetakan Story Grafika di Kampung Larangan RT 01 RW 02 Kelurahan Gayam, Kecamatan Sukoharjo Kota milik Irvan Mahendra. (Mam)

Kredit

Bagikan