Jaga Stabilitas Harga, DPKP DIY dan Perum Bulog Salurkan 72.650 Kg Beras Medium

user
Ary B Prass 15 Januari 2023, 15:27 WIB
untitled

Krjogja.com - YOGYA - Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan (DPKP) DIY bersama Perum Bulog Kanwil Yogyakarta melaksanakan penyaluran beras medium Program Stabilisasi Pasokan dan Harga Pangan (SPHP) di halaman DPKP DIY, Kamis lalu (12/1/2023).

Sebanyak 72.650 kg beras program SPHP tersebut dipasarkan melalui Pasar Mitra Tani (PMT), Toko Tani Indonesia (TTI), Toko Tani Indonesia Center (TTIC) dan para pedagang yang tersebar di wilayah DIY.

Kepala.DPKP DIY Sugeng Purwanto mengatakan penyaluran beras medium tersebut menindaklanjuti surat Kepala Badan Pangan Nasional Nomor 02/TS.03.03/K/1/2023 pada tanggal 4 Januari 2023 perihal Penugasan SPHP Beras di tingkat Konsumen Tahun 2023 kepada Perum Bulog.

Pelaksanaan Program SPHP beras di tingkat konsumen ini bertujuan menjaga ketersediaan pasokan dan stabilitas harga beras di tingkat konsumen.

"Dengan demikian daya beli masyarakat terjaga karena ketersediaan beras cukup dan harga relatif stabil. Pada akhirnya inflasi terkendali di DIY maupun di seluruh wilayah Indonesia," ujar Sugeng di Yogyakarta, Minggu (15/1/2023).

Sugeng menyampaikan implementasi pogram SPHP ini sebagai perwujudan dari Tiga Pilar Ketahanan Pangan yang ditugaskan kepada Perum Bulog yaitu ketersediaan, keterjangkauan, dan stabilitas harga khususnya komoditas beras.

Program SPHP tersebut  dilaksanakan sepanjang tahun sejak tanggal 4 Januari 2023 sampai dengan 31 Desember 2023 nantinya.

"Beras disalurkan ke pasar, outlet binaan, pengecer, dan lainnya dengan harga sebesar Rp. 8.300/kg. Pedagang menjual dengan harga maksimal sesuai Harga Eceran Tertinggi (HET) beras medium sebesar Rp. 9.450/kg sesuai dengan peraturan perundangan yang berlaku," tandasnya.

Lebih lanjut Sugeng mengungkapkan, kerjasama antara DPKP DIY dengan Perum Bulog ini merupakan amanah Badan Pangan Nasional guna mengendalikan inflasi. Pihaknya turut andil dengan memanfaatkan saluran sebanyak 238 gerai TTI  yang ada di DIY.

"Target awal sinergi ini, TTI akan menyalurkan setidaknya 72 ton beras medium. Secara bertahap program SPHP tersebut akan diimplementasikan  terlebih dahulu di 31 gerai,"  imbuhnya.

Sebelumnya, Pemimpin Wilayah Perum Bulog Kanwil Yogyakarta Muhammad Attar Rizal menyatakan pihaknya berupaya menyalurkan beras medium program SPHP secara merata ke pasar tradisional, ritel dan lainnya guna mengendalikan harga beras sekaligus menjaga daya beli masyarakat. Selain TTI, Perum Bulog memanfaatkan Rumah Pangan Kita (RPK) sebagai jaringan pemasaran.

"Kami berupaya agar masyarakat dapat memperoleh beras dengan harga terjangkau melalui berbagai saluran tersebut. Kita akan manfaatkan gerai penjualan produk Bulog yang tersebar di DIY. Ada 636 gerai RPK.yang aktif saat ini," pungkasnya. (Ira)

Kredit

Bagikan