Dinkes Bantul Ingatkan Lonjakan Demam Berdarah

user
Tomi Sujatmiko 16 Januari 2023, 09:31 WIB
untitled

Krjogja.com - BANTUL - Kasus Demam Berdarah (DB) di Bantul kini mulai muncul lagi setelah lama sejak pandemi Covid menyebar di semua wilayah.

Menurut Kabid Pengendalian Penyakit Dinas Kesehatan Bantul, dr Sri Wahyu Joko Santoso, Senin (16/1), saat ini kasus DB memang bermunculan dilaporkan ke Dinas Kesehatan Bantul. "Seharusnya kasus DB itu turun, tetapi ternyata meningkat," ungkapnya.

Hanya saja perbandingannya tidak bisa dibandingkan dengan tahun 2020-2021. Dimana 2020- 2021 kasus Covid cukup tinggi sehingga kasus- kasus demam berdarah menjadi 'terabaikan'. Padahal DB juga cukup tinggi, hanya saja pelaporannya tidak banyak yang masuk. Setelah pandemi Covid berkurang dan menurun kasusnya ,sekarang muncul demam berdarah yang ditemukan di masing- masing wilayah kapanewon, merata di Bantul.

"Perbandingannya, 2022 dengan kondisi normal sebelum 2020 atau 2018-2019. Kasus 2022 lebih rendah dibanding dengan 2018. Penyebaran DB di Bantul merata di seluruh wilayah kapanewon, tetapi di 3 wilayah Banguntapan, Sewon dan Kasihan tetap di peringkat tertinggi," jelas dr Sri Wahyu yang akrap dipanggil dr Oky.

Data di Direktorat Jenderal Pencegahan dan Pengendalian Penyakit Kementerian Kesehatan RI, distribusi penyakit suspek demam berdarah dengue (DBD) pada minggu pertama 2018 hingga minggu pertama 2019 tertinggi ada di Jawa Timur dengan jumlah pasien DBD 700 orang, Jawa Tengah 512 orang dan Jawa Barat 401 orang, menjadikan Indonesia sebagai negara tertinggi di Asia Tenggara terkait penyebaran demam berdarah.

Tetapi memasuki tahun 2020 demam berdarah tersamar dengan pandemi Covid-19 yang mengganas di seluruh dunia.
Untuk menekan dan mencegah penyebaran penyakit demam berdarah di Bantul, dr Oky mengajak masyarakat di Bantul bersama- sama melakukan gerakan pemberantasan sarang nyamuk ( PSN ) 'Aedes aegypti' pembawa virus dengue penyebab penyakit demam berdarah.

Yakni dengan menguras wadah air seperti tempayan, bak mandi, ember, vas bunga, tempat minum hewan dan lainnya. Menutup semua wadah air agar nyamuk tidak dapat masuk dan bertelur di dalamnya. Mengubur semua barang bekas yang dapat menampung air , seperti ban bekas, sejenis botol yang tak terpakai. (Jdm)

Kredit

Bagikan