ASN di DIY ‘Bantingan’ Beri Beasiswa 507 Siswa Tak Mampu

user
Ivan Aditya 17 Januari 2023, 14:43 WIB
untitled

Krjogja.com - YOGYA - Senyum sumringah muncul di wajah 507 siswa SD, SMP, SMA/SMK dan SLB yang berkumpul di kantor Dinas Pendidikan Pemuda Olahraga (Disdikpora) DIY, Selasa (17/01/2023) siang. Para siswa yang mayoritas berasal dari keluarga tak mampu menerima beasiswa Rp 1 juta, Rp 1,2 juta dan Rp 1,5 juta yang dananya bersumber dari iuran sukarela Aparatur Sipil Negara (ASN) Disdikpora DIY selama satu tahun.

Kepala Disdikpora DIY, Didik Wardoyo, mengatakan ASN di lingkup yang dipimpinnya mengumpulkan dana Rp 608 juta dan disalurkan dalam bentuk beasiswa untuk siswa di wilayah DIY. Dana tersebut menurut Didik merupakan hasil iuran sukarela ASN yang dikumpulkan tiap bulan dan diakumulasikan sekitar satu tahun.

“Jumlahnya tiap jenjang berbeda, Rp 1 juta untuk SD dan SLB, Rp 1,2 juta untuk SMP dan Rp 1,5 juta untuk SMA/SMK. Dana tersebut didapat dari iuran bulanan dengan total Rp 608 juta yang dikumpulkan sekitar satu tahun. Setiap bulan ASN di lingkup Disdikpora DIY memberikan iuran sukarela dan dikumpulkan untuk membantu ini. Tapi ini tidak semua karena ada yang kami salurkan ke Baznas dan diberikan untuk Cianjur juga bencana alam lainnya,” ungkap Didik pada wartawan.

Penentuan siswa yang diberikan beasiswa menurut Didik didapatkan dari hasil rekomendasi sekolah dan masyarakat sekitar sekolah. Pemberian beasiswa dari dana iuran zakat sudah berjalan empat tahun terakhir dan terus bergulir ke depan.

“Paling tidak kita ikut membantu siswa selain dari kartu Cerdas yang ada di APBD DIY. Kriteria penerima ini kategori secara ekonomi kurang mampu, di mana untuk pendataan kami dibantu sekolah dan lingkungan dekat sekolah,” lanjutnya.

Meski diberikan begitu saja, Didik mewanti-wanti sekolah dan orangtua untuk memastikan bahwa bantuan dimanfaatkan sebaik mungkin bagi kepentingan pendidikan. Apalagi untuk siswa SMA/SMK, Disdikpora tak ingin beasiswa yang diberikan berakhir pada barang-barang tidak berfaedah bagi pendidikan.

“Uang itu nantinya bisa digunakan untuk memenuhi kebutuhan sekolah seperti buku, tas, bayar les, beli pulsa paket data untuk meningkatkan belajar. Jangan yang laki-laki dibelikan rokok uangnya ya, jangan. Pesan kami pada orangtua dan guru, dibantu cara mengelola uang yang diterima anak-anak agar digunakan untuk mempermudah akses pendidikan,” pungkasnya. (Fxh)

Kredit

Bagikan