Kegiatan ATF Diharapkan Dorong Perekonomian DIY

user
Agusigit 18 Januari 2023, 19:31 WIB
untitled

Krjogja.com - YOGYA - Adanya Asean Tourism Forum (ATF) yang akan diadakan di DIY menjadi ajang efektif mempromosikan produk-produk pariwisata dan UMKM ke mancanegara. Mengingat ajang pariwisata se-ASEAN rencana akan dihadiri menteri pariwisata dari 10 negara ASEAN, serta lima negara lain seperti India, Rusia, Cina, Korea Selatan dan Jepang. Kegiatan tersebut digadang-gadang tidak hanya menjadi daya ungkit bagi sektor pariwisata, tapi bisa mendorong pertumbuhan ekonomi di DIY setelah pandemi Covid-19.

"Adanya kegiatan ATF dalam jangka panjang diharapkan dapat menjadi bagian dari promosi yang ampuh, untuk dapat menghadirkan wisatawan di kemudian hari. Selain itu diharapkan bisa mendatangkan investasi dan mendorong pertumbuhan ekonomi bagi DIY. Sehingga bisa memberikan manfaat cukup besar, selain investasi promosi, baik juga untuk pariwisata maupun ekonomi kreatif,"kata pengamat ekonomi sekaligus dosen Prodi Manajemen Fakultas Ekonomi Universitas Mercu Buana Yogyakarta (UMBY), Widarta MM di Yogyakarta, Rabu (18/1).

Widarta mengatakan, dalam forum Travel Exchange (Travex) tersebut akan mempertemukan buyer dan seller dalam bidang pariwisata. Dimana seller dari negara ASEAN akan menawarkan paket wisata, hotel, meeting, incentive, conference, dan exhibition (MICE) dan sebagainya, kepada buyer dari berbagai negara. Menyikapi hal itu, DIY sebagai tuan harus bersiap diri dengan identitas khas Yogya yang dimiliki. Mulai dari keramahan masyarakatnya, pelayanan yang baik, dan destinasi wisatanya. Serta kesiapan infrastruktur hingga memberikan edukasi dan awareness kepada masyarakat Yogyakarta tentang ASEAN Tourism Forum (ATF) 2023.

"Saya kira hal ini akan menjadi ‎peluang untuk mewujudkan mimpi goes internasional produk-produk ekonomi kreatif (ekraf). Supaya UMKM bisa go internasional, pelaku UMKM yang ikut dalam acara Kelana Nusantara ini perlu dikurasi untuk kemudian kita tampilkan di ASEAN Tourism Forum,"ungkapnya.

Lebih lanjut Widarta menambahkan,‎ setelah ATF, dengan adanya penawaran paket wisata, meeting, MICE, hotel dan sebagainya. Diharapkan para buyer akan membawa wisatawan untuk datang ke Yogya. Dari semua peluang itu, diharapkan akan mampu mendongkrak pertumbuhan ekonomi khususnya di DIY. Dimana salah satu andalannya adalah dari pendidikan dan pariwisata. Sehingga target lapangan kerja baru hingga 4,4 juta dapat terpenuhi di tahun 2024.

"Selain beberapa hal itu dalam jangka pendek UMKM dan ekonomi kreatif dapat melakukan penjualan secara langsung di Jogja Expo Center (JEC). Karena diperkirakan akan ada sekitar 1.500 hingga 2.000 orang yang akan hadir dalam ATF, termasuk menteri, delegasi, buyer, dan seller. Adapun dampak langsung yang akan dialami DIY yaitu keterisian hotel, serta restoran yang akan meningkat,"jelasnya. (Ria)

Kredit

Bagikan