Ocvian Chanigio, Pemain PSIM Ini Jual Sepatu Bolanya Karena Liga 2 Batal Lanjut

user
Ivan Aditya 19 Januari 2023, 10:01 WIB
untitled

Krjogja.com - YOGYA - Tak dilanjutkannya Liga 2 membawa petaka bagi para pemain profesional yang mendulang rejeki dari sepakbola. Klub-klub langsung membubarkan tim yang praktis menyudahi pula gaji para pemain yang mungkin beberapa bulan terakhir sudah merasakan pemangkasan upah karena mandegnya kompetisi.

PSIM, klub wakil DIY di Liga 2 sudah mengumumkan pembubaran tim. Beberapa pemain masih beruntung, bisa melanjutkan perjalanan ke klub Liga 1, yang masih berjalan meski tanpa degradasi.

Sebagian besar harus merasakan menganggur, karena tak ada klub yang berminat. Laga-laga tarkam (antar kampung) mungkin menjadi opsi bagi mereka, itupun jika ada.

Salah satu pemain PSIM, Ocvian Chanigio menceritakan, saat ini praktis ia menganggur setelah Liga 2 dipastikan selesai lebih awal. Ia pulang ke kediamannya di Temanggung Jawa Tengah, menghabiskan hari-hari bersama istri dan satu buah hatinya.

Baca juga :

Ocvian Chanigio, Pemain PSIM Ini Jual Sepatu Bolanya Karena Liga 2 Batal Lanjut

1.395 Perempuan di Karanganyar jadi Janda

Penjaga SD di Semarang Cabuli Empat Siswi

Hotel Pesparawi Tak Kunjung Dibayar, DPRD DIY Sebut Kantor EO Tutup

Beberapa hari lalu, Ocvian mengunggah foto sepatu miliknya, masih baru belum dikenakan. Sepatu merk Nike Hypervenom itu terpaksa dijual kembali, karena liga batal, yang berarti tidak ada sepakbola kompetitif untuknya sampai beberapa bulan ke depan.

“Ya, kemarin memutuskan dijual lagi saja, tapi belum laku ini. Niatnya beli untuk kompetisi, tapi berhenti, selesai. Yasudah dijual lagi saja, untuk kebutuhan lain dulu,” ungkapnya ketika berbincang dengan KRjogja.com, Kamis (19/01/2023).

Di pasaran, sepatu sepakbola yang dijual Ocvian berharga sekitar Rp 2,7 juta. Apabila laku, paling tidak ia bisa mendapatkan uang untuk kehidupan satu bulan bersama istri dan anaknya.

Pemain yang sempat beberapa musim berseragam PSS ini mengungkap, dalam beberapa waktu ke depan ia dipastikan akan menganggur karena belum tahu kapan Liga 2 musim selanjutnya diputar. Ia menunggu, berharap petinggi federasi segera bekerja cepat dan memutuskan kapan kompetisi resmi kasta kedua berjalan kembali.

“Harapannya bisa cepat, kongresnya menghasilkan keputusan yang baik. Liga bisa berjalan lagi, cepat. Karena ya seperti saya ini berharap kompetisi jalan, agar bisa bermain, bisa kerja lagi,” lanjut pemain berkaki dominan kidal ini.

Saat ini Ocvian memilih menanti, menghabiskan waktu bersama anak dan istrinya di Temanggung. Tentu menjadi harapan semua pemain, official dan pelatih, agar liga bergulir kembali setelah berbagai terpaan pada sepakbola muncul beberapa bulan belakangan di Indonesia. (Fxh)

Kredit

Bagikan