Antologi Geguritan 'Ibu', Buku Keempat PSJB 'Paramarta'

user
Tomi Sujatmiko 22 Januari 2023, 18:12 WIB
untitled

Krjogja.com - BANTUL-Antologi geguritan atau puisi berbahasa Jawa berjudul 'Ibu' diluncurkan Paguyuban Sastrawan Jawa Bantul (PSJB) 'Paramarta'' di Omah Naerin, Jalan Kasongan, Bangunjiwo, Kasihan, Bantul, Sabtu (21/1/2023). Antologi ini berisi karya 39 penulis termasuk Emi Masruroh, Bunda Literasi Bantul yang juga istri Bupati Abdul Halim Muslih yang menyumbangkan dua karya.

Ketua PSJB 'Paramarta' Bambang Nugroho mengatakan, antologi tersebut merupakan buku keempat yang diterbitkan paguyuban ini. Sesuai judulnya rencana diluncurkan pada peringatan Hari Ibu, 22 Desember 2022, tapi karena berbagai kesibukan akhirnya baru dilakukan Sabtu lalu sekaligus peringatan kelima ulang tahun PSJB yang juga tertunda.

PSJB dibentuk 24 Oktober 2017 dengan anggota yang terus bertambah, kali ini mencapai 55 penulis aktif. Selain menerbitkan buku sendiri, anggota juga aktif menulis di media massa maupun antologi di luar yang diterbitkan paguyuban. Bahkan beberapa memenangkan sayembara penulisan baik cerita cekak (cerkak), novel, geguritan, hingga penulisan naskah sandiwara radio.

Meski kadang juga mendapat dukungan pihak lain seperti instansi di Pemda Bantul, PSJB banyak melakukan kegiatan dengan swadaya. Anggota mengadakan kegiatan dengan patungan demi menghidupkan literasi yang tidak hanya untuk siswa tapi juga masyarakat.

BACA JUGA :

Sudaryanto CS Stasiun Tugu Kembalikan Tas Berisi Uang Rp 44 Juta

Arti Kedutan Mata Kiri Bawah Menurut Primbon Jawa dan Kesehatan

Kepala Kundha Kabudayan Bantul Nugroho Eko Setyanto melihat eksistensi PSJB yang luar biasa sehingga diharapkan menghidupkan wilayah ini dengan nuansa budaya. Bantul merupakan gerbang budaya di DIY, karya-karya anggota PSJB memberikan pengetahuan, tuntunan terutama generasi agar muda mencintai bangsanya.

Emi Masruroh melihat, diterbitkannya antologi 'Ibu' menunjukkan bahwa peringatan Hari Ibu bukan hanya bersifat seremonial, melainkan juga memiliki sesuatu yang monumental yang bisa memberikan 'piwulang' dan 'piweling' untuk generasi mendatang. (Ewp)

Kredit

Bagikan