Momen ATF 2023 Jadi Gong Mengakhiri RPJMD DIY

user
Agusigit 24 Januari 2023, 15:50 WIB
untitled

Krjogja.com - YOGYA - Ajang ASEAN Tourism Forum (ATF) 2023 bakal menjadi gong yang tepat mengakhiri salah satu visi RPJMD DIY Tahun 2005-2025 yaitu DIY sebagai daerah tujuan wisata terkemuka di Asia Tenggara pada 2025, berdaya saing, berkelanjutan dan mensejahterakan masyarakat. Sebab ATF dapat menjadi momen promosi sekaligus investasi pariwisata DIY.

"Saya kira ATF bisa menjadi gong untuk mengakhiri RPJMD dengan cara sebaik-baiknya. Caranya, pertama dengan menyiapkan event ATF ini secara keseluruhan termasuk ekosistemnya baik industri maupun lingkungan hingga masyarakatnya," ujar Kepala Dinas Pariwisata (Dispar) DIY Singgih Raharjo di Yogyakarta, Selasa (24/1).

Selanjutnya keramahtamahan atau hospitality, ucap Singgih yang masih perlu ditingkatkan karena tanpa itu pariwisata tidak bisa berjalan dengan baik. Wisatawan akan kapok berkunjung ke DIY jika tidak ada hospitality. Manfaat penyelenggaraan ATF ini tidak hanya dirasakan bagi DIY tetapi juga bagi Indonesia secara keseluruhan. Karena ATF menjadi kegiatan pertama untuk keketuaan Indonesia di ASEAN yang pertama di tahun 2023.

Pihaknya telah mengadakan pertemuaan intensif dengan seluruh pihak baik dengan Kementerian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif (Kemenparekraf), OC lokal, LO dan lainnya. Hal ini guna memastikan dari sisi kesiapan penyelenggaraan ajang ATF 2023. Dari sisi venue alias tempat penyelenggaraan ATF 2023 khususnya Jogja Expo Center (JEC) sudah siap pekan ini.

“ Rundown acara tengah dibahas mulai dari opening ceremony, meeting yang pelaksanaanya di handling Kemenparekraf hingga Travel Exchange (Travex) di JEC. Supaya seluruh kegiatan ATF 2023 dapat terkondisikan dengan baik nantinya,” katanya.

Singgih menyampaikan untuk penyelenggaraan Travex di JEC telah dipersiapkan dan dikurasi sepenuhnya dengan baik untuk produk UMKM maupun ekonomi kreatif oleh Dinas Koperasi dan UKM DIY. Produk UMKM dan ekonomi kreatif dari DIY ini akan menempati suatu pulau tersendiri ditambah dengan ongkos kirim (ongkir) gratis sampai luar negeri khususnya di ASEAN. Kemenparekraf sendiri pun akan menampilkan produk ekonomi kreatif tersendiri dari beberapa provinsi di Indonesia yang porsinya cukup banyak.

" Untuk buyer dan seller juga sudah sangat siap. Setidaknya 95 persen untuk seller yang ada di B2B sudah terisi semua. Bahkan ada negara ASEAN seperti Filipina menyewa suatu pulau yang cukup besar. Termasuk pre tour dan post tour pun telah dilakukan uji coba supaya semua bisa berjalan dengan baik," paparnya.

Khusus untuk B2B, pihaknya akan menyewa satu pulau untuk 6 industri dari Asita adn Astindo DIY. Pihaknya telah berkoordinasi dan meeting beberapa kali untuk memastikan produk wisata yang akan dijual betul-betul berkualitas dan menunjukan quality tourism serta inclusive tourism DIY. (Ira)

Kredit

Bagikan