JIFFINA Kembali Digelar Maret, Optimis Tak Terpengaruh Resesi Global

user
Tomi Sujatmiko 24 Januari 2023, 17:05 WIB
untitled

Krjogja.com - BANTUL - Jogja International Furniture & Craft Fair Indonesia (Jiffina) 2023 mengambil tema The Power of Eco Lifestyle For Global Market, bakal digelar 11-14 Maret di Jogja Expo Center (JEC). Pembeli potensial dari luar negeri mengkonformasi hadir meski terpaan resesi global dan perang Ukraina-Rusia masih menjadi isu panas.

Agus Imron, Ketua Penyelenggara JIFFINA, mengatakan pihaknya menargetkan 5000 pengunjung selama empat hari. Para pembeli (buyers) menurut Agus akan datang dari dalam dan luar negeri.

"JIFFINA tahun ini kembali ke sirkuitnya, meski ada isu inflasi, resesi dan perang di Eropa. Indonesia harus optimis, bahkan buyers dari Eropa dan negara-negara yang sedang panas pada prakteknya firm untuk datang. Respon dari buyers itu bagus, di sisi lain eksibitor sudah mempersiapkan diri, barang tetap update dan orientasinya pada keinginan pasar," ungkap Agus dalam launching JIFFINA 2023 di JEC, Selasa (24/1/2023).

Menilik hasil JIFFINA pada Agustus 2022 lalu, Agus mengatakan transaksi penjualan berada pada posisi sangat bagus yakni mencapai USD 24 juta. Kali ini, dengan jalur pameran internasional yang kembali pada track, Agus mengungkap optimisme JIFFINA bisa membawa kebahagiaan pada semua ekosistem craft dan furniture.

BACA JUGA :

Soal Kesejahteraan DIY, Dorong Upaya Penciptaan Lapangan Kerja Baru

Momen ATF 2023 Jadi Gong Mengakhiri RPJMD DIY

 

 

"Kali ini kami tidak ingin bicara angka, semoga bisa seperti Agustus lalu. Tapi kami ingin bangun perekonomian. Buyers happy, UKM kita happy dan semua ekosistemnya bisa happy juga," imbuhnya.

Timbul Raharjo, Ketua Asmindo DIY, menambahkan di momen pameran ketujuh ini JIFFINA diharapkan berkembang dengan tidak biasa-biasa saja didukung stakeholder termasuk Pemda. Timbul secara khusus berharap agar JIFFINA bisa mendapat pendanaan Dana Keistimewaan (Danais) karena menjadi salah satu agenda internasional yang membangkitkan ekonomi DIY.

"Ke depan harapannya bisa dianggarkan di danais. Kalau dibiayai dari sektor itu, saya pikir masyarakat Jogja punya kreativitas luar biasa. Pasti akan mencari celah, menciptakan produk baru agar usahanya maju. SDM-nya luar biasa, bahkan Bantul sudah mendaftarkan sebagai Kota Kriya. Kita tak masalah soal SDM. Tingkat enterpreneur kita sangat tinggi. Ini satu-satunya pameran internasional di daerah yang harapannya bisa semakin baik ke depan," tandasnya.

Sementara. Bupati Bantul, Abdul Halim Muslih, yang melaunching JIFFINA 2023 melempar apresiasi karena konsistensi penyelenggaraan yang telah mencapai tahun ke tujuh. Event-event internasional menurut Halim sangat strategis untuk pengembangan UMKM di DIY.

"Bantul ingin menjadi pusat kraf seluruh Indonesia. Acara ini merupakan angin segar bagi pengusaha craft dan meubel. Bantul tidak ragu sudah menemukan bahwa kami deklarasikan diri sebagai City of Craft and Art. Keberadaan JiFFINA tentu Pemkab Bantul sangat berkepentingan karena craft dan furniture di Bantul sangat potensial. Pemkab ikut terlibat agar Bantul ikut terdongkrak," pungkas Halim. (Fxh)

Kredit

Bagikan