Warga Tolak Penutupan Perlintasan Kereta Bandara Adisutjipto

user
Ary B Prass 25 Januari 2023, 16:37 WIB
untitled

Krjogja.com -  YOGYA - Rencana penutupan perlintasan kereta Bandara Adisutjipto Yogyakarta mendapatkan penolakan dari warga Maguwoharjo Depok dan Tegaltirto Berbah Sleman. Pasalnya jalur tersebut kerap dilalui warga dari kedua wilayah tersebut. Baik untuk aktivitas ekonomi, sosial maupun pendidikan.

Masyarakat setempat telah memanfaatkan akses jalan tersebut selama bertahun-tahun. Dan tiba-tiba ada wacana mau ditutup.

"Kami mempertanyakan wacana tersebut. Karena kami merasa tidak pernah diajak komunikasi oleh instansi terkait. Jalur tersebut sudah kita lalui selama bertahun-tahun. Bahkan sebelum saya lahir," kata Kepala Dukuh Sambilegi Kidul Maguwoharjo Depok Sleman, Febri Supriyanto ketika audiensi dengan Komisi C DPRD DIY, Rabu (25/1/2023).

Jika perlintasan tersebut ditutup sesuai rencana tanggal 1 Februari nanti, masyarakat harus menggunakan akses jalan lain dengan jarak lebih jauh. Otomatis jarak tempuh warga yang sebelumnya hanya 2-3 menit bisa menjadi 15 menit.

"Kami masih tetap menolak rencana penutupan tersebut. Selain itu juga mempertanyakan solusinya seperti apa. Namun harapannya tetap dibuka seperti sekarang," ungkapnya.

Sampai saat ini warga masih berharap perlintasannya tidak jadi ditutup. Namun, jika benar-benar ditutup tanggal 1 Februari nanti, pihaknya belum tahu apakah akan ada aksi atau tidak.

Kepala Dinas Perhubungan DIY Ni Made Dwipanti Indrayanti mengungkapkan, sesuai regulasi perlintasan yang sebidang diharapkan lagi tidak menjadi perlintasan sebidang. Dan itulah kondisi di perlintasan kereta Bandara Adisutjipto.

"Jadi bukannya harusnya ditutup itu tidak. Tapi bicara men-zero kan accident. Dalam artian semua perlintasan sebidang, diharapkan tidak lagi menjadi perlintasan sebidang," jelasnya.

Made menjelaskan, selama ini penjagaan di perlintasan kereta itu dilakukan secara manual. Oleh manusia, kadangkala ada kelalaian dan sebagainya. Apalagi lalu lintas kereta itu sangat tinggi.

Aturan itu bukannya baru muncul. Melainkan sudah ada sejak lama. "Dan kami itu melanggar aturan selama bertahun-tahun. Itu dari sisi keselamatan. Dari sisi kewajiban dan kewenangan tidak ada. Selama ini kami menggaji petugas bersertifikat untuk menjaga perlintasan kereta," jelasnya.

Dari sisi aksesibilitas yang dikeluhkan warga, selama ini sudah tersedia underpass di AAU yang berada di sisi timur. Itu bisa dilalui kendaraan oleh masyarakat umum.

Ketua Komisi C DPRD DIY Gimmy Rusdin Sinaga meminta kepada kepada instansi terkait dalam hal ini Dishub DIY untuk menunda rencana penutupan perlintasan kereta Bandara Adisutjipto. Pihaknya juga akan mengundang instansi terkait terkait hal ini.

"Kami sarankan jangan ditutup dulu. Kita koordinasikan lagi untuk mencari solusi terbaik," tegasnya. (Awh/Bro)

Kredit

Bagikan