Travex ATF Jadi Kesempatan Emas Kebangkitan Pariwisata DIY

user
Tomi Sujatmiko 06 Februari 2023, 20:23 WIB
untitled

Krjogja.com - YOGYA - Ajang kepariwisataan terbesar di ASEAN, ASEAN Tourism Forom (ATF) yang digelar di DIY sejak 2 hingga 5 Februari 2023 menjadi momentum sekaligus kesempatan emas untuk menggenjot kunjungan wisatawan baik wisatawan mancanegara (wisman) maupun wisatawan. nusantara (wisnus) nantinya. Sebab dengan bangkitnya industri pariwisata tersebut maka akan memberikan multiplier effect yang besar, salah satunya bagi pelaku UMKM maupun ekonomi kreatif (ekraf)

Kepala Perwakilan Bank Indonesia (BI) DIY Budiharto Setyawan mengatakan perekonomian DIY ditopang pariwisata, pendidikan dan pertanian selama ini. Namun dua sektor yang menjadi penopang utama perekonomian DIY yakni pariwisata dan pendidikan. Untuk itu, pihaknya sangat mendukung pengembangan di Indonesia guna mendorong pertumbuhan ekonomi berdasarkan mobilitas yang tidak lain adalah pariwisata.

“Momentum ATF 2023 bisa dimanfaatkan tidak hanya mendongkrak wisman tetapi sekaligus wisatawan domestik untuk datang ke DIY. Kunjungan wisatawan ini tidak hanya sekedar meningkatkan dari segi jumlah semata tetapi memberikan multiplier effect ke berbagai sektor pendukung pariwisata,” katanya kepada KR, Senin (6/2).

Budiharto mengaku dirinya optimis namun tetap waspada dan berhati-hati terhadap kondisi perekonomian terkini. Mengingat Pemerintah telah mencabut status PPKM maka mobilitas masyarakat juga semakin leluasa. Hal ini;ah yang harus tetap diwaspadai dari ekonomi yang berbasis kerumunan.

Ketua Pelaksana ATF 2023 sekaligus Badan Promosi Pariwisata Daerah (BPPD) DIY GKR Bendara mengatakan forum B2B yang dikemas dalam Travel Exchange (Travex) ATF 2023 berjalan cukup lancar selama tiga hari penyelenggaraan dI JEC. Dengan bertemunya para buyer dan seller di Travex inilah diharapkan terjadi transaksi supaya industri pariwisata cepat pulih.

“ Hal tersebut sesuai target kami sebagai panitia agar seluruh kegiatan dapat berjalan dengan lancar. Kalau target nominal terus terang kami tidak mematok dari segi angka. Sebab transaksi untuk B2B itu sulit diprediksi karena ini long term bisnis, tidak bisa hari ini saja paling tidak kerjasamanya dalam satu tahun ke depan,” tuturnya.

GKR Bendara mengungkapkan mengingat buyer-buyer yang datang ke Travex ATF 2023 tidak bisa langsung memutuskan pada saat itu juga, maka pihaknya memfasilitasi platform khusus untuk mempertemukan buyer dengan seller secara digital selama 30 hari pasca acara.

“ Ini kesempatan emas guna mempercepat kebangkitan industri pariwisata di DIY maupun ASEAN pasa status PPKM dicabut. Namun sayangnYa pihak maskapai belum ada yang mendukung padahal penerbangan langsung sangat dibutuhkan kemudahan konektIvitas transportasi udara untuk mendatangkan wisman mengingat potensi industri pariwisata DIY sangatlah luar biasa dan besar,” terang Putri Bungsu Raja Kraton Yogyakarta ini. (Ira)

Kredit

Bagikan