Longsor di Patuk Terjang Rumah Dan Hewan Ternak

user
Agusigit 15 Februari 2023, 20:25 WIB
untitled

Krjogja.com - WONOSARI - Dampak cuaca ekstrem dalam minggu terakhir di Kabupaten Gunungkidul terus terjadi hingga Rabu (15/02/2023). Kepala Bidang Kedaruratan dan Logistik, Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Gunungkidul, Sumadi dalam satu hari tercatat sebanyak 8 laporan kejadian dan 4 di antaranya bencana longsor, sedang lainnya rumah rusak tertimpa pohon tumbang, tanah bergerak serta tiang listrik roboh.

Dari 4 titik longsor terbanyak terjadi di Kapanewon Patuk mengakibatkan rumah sejumlah rumah warga dan kandang ternak rusak tertimpa material longsor. “Proses evakuasi terus kami lakukan bekerja sama dengan warga, Tim Reaksi Cepat, FPRB, relawan dan TNI/Polri,” katanya Rabu (15/02/2023).

Untuk Kapanewon Patuk longsor terjadi di 5 lokasi menimpa rumah dan kandang ternak milik Mugiyo (59) warga setempat. Selain rumah, kandang ternak miliknya hancur dan seekor sapi terjebak tertimbun reruntuhan longsor dan sudah berhasil diselamatkan.

Selain itu terdampak longsor juga menimpa rumah Anang (30) warga Nglanggeran, ruas jalan umum di Kalurahan Terbah longsor sepanjang 20 meter menyebabkan arus lalu-lintas terputus. Ruas jalan longsor juga terjadi di Pengkok Kapanewon Patuk, menyebabkan rumah dan dapur milik Sukadi (60) rusak tertimbun longsor.

“Seluruh lokasi bencana terdampak longsor saat ini sudah terkondisi dan tidak menimbulkan korban jiwa seluruh korban berhasil menyelamatkan diri sebelum bencana terjadi,” imbuhnya.

Baca juga:

Usai Buat Status di WA, Pelajar SMK Gantung Diri

Terkait Cuitan Gus Miftah, Rumah Sakit Internasional Beri Jawaban Begini

Sementara Petugas Tenaga Kesejahteraan Sosial Kapanewon (TKSK) M Ali Saifrudin SE Kemensos menyatakan sepanjang bantaran Sungai Oya Kapanewon Patuk juga meluap menggenangi kanan kiri bantaran sungai. Tetapi dampak meluapnya sungai terbesar di Kabupaten Gunungkidul tersebut masih belum diketahui.

Pihaknya berharap dampak luapan Sungai Oya tidak menimbulkan kerugian warga mengingat di sekitar bantaran sungai merupakan lahan pertanian tanaman pengan.

Anggota Tagana Patuk, Ardyanto menambahkan bahwa longsor di yang terjadi di Kalurahan Terbah Patuk terjadi sekitar pukul 07.00 WIB Rabu (15/2) diikuti puluhan pohon tumbang. Sedangkan tanah yang longsor berasal dari tebing setinggi sekitar 20 meter dan panjang 10 meter hingga material longsor menutup jalan. Karena itu bersama warga dilakukan kerja bakti agar arus lalu-lintas bisa kembali dibuka dan tidak menyebabkan warga terisolir.

Terjadinya bencana longsor di sejumlah titik di Kapanewon Patuk ini akibat terdampak hujan deras dan cuaca ekstrem yang terjadi sejak awal pekan lalu. “Seluruh lokasi bencana sudah tertangani BPBD, warga, relawan, Tagana, TNI/Polri juga relawan,” ucapnya.

Kepala BPBD Gunungkidul Purwono meminta terjadinya cuaca ekstrem saat ini menyebabkan beberapa wilayah rawan bencana terjadi longsor maupun banjir. Karena itu pihaknya meminta kepada masyarakat untuk meningkatkan kewaspadaan agar terhindar dari bahaya yang disebabkan karena bencana alam. “Kami sudah mengimbah warga yang tinggal di daerah rawan bencana untuk meningkatkan kewaspadaan,” ujarnya. (Bmp)

Kredit

Bagikan