Gairahkan Pariwisata DIY, JBM 2023 Incar Transaksi Rp 1,5 Miliar

Para seller dan buyer dalam JBM 2023 (Fira Nurfiani)
Krjogja.com - YOGYA - Ajang Jogja Business Matching (JBM) 2023 digelar guna ikut menggairahkan kembali industri pariwisata di DIY. Kegiatan B2B yang diikuti setidaknya 40 seller pelaku pariwisata dan dihadiri 100-an buyer ini membidik mampu membukukan transaksi setidaknya mencapai Rp 1,5 milliar selama acara berlangsung.
Project Director Tourism Business Matching Sri Astuti yang disapa Tutik mengatakan JBM 2023 tidak hanya mempertemukan buyer dan seller semata, namun sekaligus buyer dengan buyer dalam MICE dan sebagainya. Penyelenggaraannya acap kali mendapatkan antusiasme yang tinggi oleh para seller maupun buyer sejak dirintis pada 2014 lalu hingga saat ini. "Ajang pertemuan bisnis para pelaku industri pariwisata di Tanah Air ini mendapatkan sambutan positif. Jika sebelumnya pada 2022, kami bisa membukukan transaksi hingga Rp 1 miliar, maka penyelenggaraan JBM 2023 membidik Rp 1,5 miliar. Kegiatan ini sengaja diawali di DIY terlebih dahulu, lalu akan diadakan di Bandung, Surabaya, Balikpapan dan Jakarta nantinya," katanya disela-sela JBM 2023 di Artotel Suites Bianti Hotel Yogyakarta, Rabu (22/2).
Kepala Dinas Pariwisata (Dispar) DIY Singgih Raharjo yang diwakili sekretarisnya Anita Verawati membuka JBM 2923 menyampaikan ajang B2B ini diharapkan dapat menggairahkan industri pariwisata di DIY paska pandemi Covid-19. Kegiatan semacam JBM 2023 ini dinilai mampu menggerakan roda industri pariwisata di DIY dan pulih seperti sedia kala seperti pada 2019 lalu.
"Ajang pertemuan bisnis para pelaku industri pariwisata seperti inilah yang mampu berperan menggairahkan pariwisata DIY kembali. Start poin kita untuk membangkitkan pariwisata dimulai 2022 lalu tahun ini terus dilakukan," kata Plt Kabid Pemasaran Dispar DIY ini.
Baca Juga
Pengamat Pariwisata Tazbir Abdullah mengatakan, DIY menjadi titik awal recovery tourism setelah pandemi. Banyak kegiatan nasional maupun internasional digelar di DIY seperti ASEAN Tourism Forum (ATF) 2023, artinya kegiatan pariwisata di DIY terus bergerak. "DIY adalah titik awal recovery tourism di Indonesia bahkan ASEAN. Spot-spot wisata baru terus bermunculan sehingga wisatawan terus datang, artinya DIY menjadi barometer kecuali jika ada destinasi yang tutup," imbuh Mantan Kepala Dispar DIY tersebut. (Ira)
BERITA TERKAIT
Wacana Tiket Home PSS Naik, Ini Suara Hati Suporter
PKP3JH Siaga di Madinah dan Makkah untuk Bantu Jemaah
DPRD Klaten Minta Pendapatan Asli Daerah Ditingkatkan
Kelas Khusus Olahraga Kurang Prasarana, Ini Komitmen DPRD Bantul
BPPD Dan Dinpar Gunungkidul Gelar Table Top Handayani
Terulang Lagi Remaja Jadi Korban Pelecehan di Sleman, Ini 'Warning' dari Psikolog
2.870 Camaba Ikuti Ujian UM-PTKIN di UIN Sunan Kalijaga
Tantangan Sustainability Penurunan Stunting, Akankah Tercapai Zero Stunting di 2030?
Persiapan Puncak Haji, Jemaah Haji Lansia Harus Jaga Tenaga
Masih perlukah Pembukaan Fakultas Kedokteran di Pulau Jawa?
Boyolali Jadi Tuan Rumah Temu Donor Darah Sukarela Se-Jateng
Stiker Lindungi Lansia Terpampang di Setiap Sudut Hotel Jemaah Haji
Siap-Siap War! Tiket FIFA Matchday Indonesia vs Argentina Bisa Dibeli Mulai 5 Juni
Mengenal Aplikasi Penghasil Uang Sweatcoin
UGM Jadi Peraih Penghargaan Terbanyak pada Anugerah Merdeka Belajar Tahun 2023
Hanya Potong Pajak, Luhut Bantah Pemerintah Beri Insentif Mobil Listrik
SMKI Nusantara Buktikan Eksistensi Diri
Manfaatkan Lahan Sungai Kering, Polisi dan Warga Tanam Sayuran
Mau Nonton Laga Timnas Indonesia VS Argentina? Segini Harga Tiketnya
Awas! Siklon Tropis Mawar Mengancam Perairan Indonesia
KKP Segel 11,3 Ton Ikan Impor di Palembang