DPRD Desak Pemkab Kembalikan Tanah Warga Untuk Lahan Pasar Sangkalputung

user
Ivan Aditya 24 Februari 2023, 15:43 WIB
untitled

Krjogja.com - BANYUMAS - Ketua Komis 1 DPRD Banyumas Jawa Tengah, Sardi Susanto, yang membidangi hukum, aset dan pemerintahan, Jumat (24/02/2023) mendesak Pemkab Banyumas untuk segara mengembalikan tanah milik keluarga Bambang Pujianto, sertifikat nomor 351 tahun 1981, seluas 1.277 meter persegi yang dijadikan lahan Pasar Sangkalputung, Sokaraja untuk segera dikembalikan kepada pemiliknya.

"Itu tanah milik warga yang dibuktikan dengan kepemilikan sertifikat  atas nama Hendro Puji Santoso," pinta Sardi.

Menurutnya apa lagi tanah milik warga  itu sudah sudah dikuasai oleh Pemkab Banyumas selama 39 tahun, berarti Pemkab sudah mendapat keuntungan menarik retribusi. "Kalau bukan haknya kenapa tidak dikembalikan kepada pemiliknya," ungkapnya.

Kemudian jika tanah milik warga atas nama Hendro Pudji Santoso sesuai sertifikat nomor 351 tahun 1981, seluas 1.277 meter persegi dimasukan kedalam aset daerah dasarnya hukumnya apa. "Itu sudah kekeliruan dan batal demi hukum," jelasnya.

Kepala Bidang Pasar Dinas Perindustrian dan Perdagangan (Dinperindag) Banyumas Sarikin membenarkan, jika sebagian tanah pasar Sangkalputung  di Desa Sokaraja Tengah, Sokaraja, itu sebagian tanah atas nama milik warga.

Dari luas tanah keseluruhan 2.852 meter persegi, yang dibangun pasar, seluas 1.177 meter persegi milik warga atas nama Hendro Puji Santoso. "Itu sesuai sertifikay milik Hendro Puji Santoso," jelasnya.

Bambang Puji, perwakilan dari keluarga Hendro Puji Santoso pemilik tanah warga Sokaraja Tengah Sokaraja Banyumas mengatakan pihaknya akan mengajukan gugatan perdata dan laporan tindak pidana penyerobotan tanah, jika Pemkab Banyumas tidak segera mengembalikan tanahnya.

"Saya meminta Pemda untuk menghentikan klaim sepihak atas tanahnya yang sudah berlangsung sejak 39 tahun, dan untuk segera mengembalikan," pinta Bambang Puji.

Menurutnya sejak tahun 1981 hingga 2022,  ia rutin membayar pajak tiap tahun, bahkan sejak kepemilikan tanahnya masih dalam bentuk leter c, sampai sertifikat rutin bayar.

Bambang menerangkan, bukti bukti kepemilikan tanah yang dia miliki yaitu Surat keterangan desa, tanah tidak pernah terjadi jual beli. Pajak Bumi dan Bangunan (PBB), dan Sertifikat Hak Milik (SHM).

"Bukti kepemilikan sudah ditunjukkan saat rapat bersama Pemda, dan Pemda tidak bisa membantah dan Pemda tidak memiliki bukti kepemilikan," ujar Bambang.

Bambang Puji juga menjelaskan pihak Pemkab Banyumas melalui surat nomor 180/410/2023, tertanggal 24 Januari 2023 sudah kirim surat yang ditanda tangani Wakil Bupati Banyumas Drs Sadewo Tri Lastiono atas nama Bupati Banyumas.

Dalam surat itu menjelaskan Pemkab Banyumas sudah meneruntkan tim untuk melakukan pengecekan. Dari hasil pengecekan itu Pemkab Banyumas siap membeli tanah milik keluarga Pudji Santoso yang ada di lahan Pasar Sangkalputung. Bahkan Pemkab Banyumas menganggarkan pada tahun 2023.

"Namun hingga saat ini Pemkab Banyumas belum membayarnya. Kami butuh kepastian. Kesabaran manusia ada batasanya ini sudah 39 lahan kami dipakai Pemkab Banyumas," tegas Bambang Puji. (Dri)

Kredit

Bagikan