Guru Perlu Kuasai Keterampilan Ice Breaking dan Public Speaking

user
Tomi Sujatmiko 26 Februari 2023, 13:09 WIB
untitled

Krjogja.com - SLEMAN - Sebanyak 70 pendidik terdiri kepala sekolah dan guru sekolah dasar di wilayah Prambanan, Berbah, Kalasan dan Klaten mengikuti workshop public speaking dan ice breaking di Kampus Selatan SMP Muhammadiyah 1 Prambanan (Musapra). Workshop ini diselenggarakan oleh SMP Musapra bekerja sama dengan PGRI Kapanewon Prambanan sebagai wujud pengabdian kepada masyarakat untuk meningkatkan mutu pendidikan.

Kepala SMP Muhammadiyah 1 Prambanan, Daswati R Sahifah menuturkan, workshop dilaksanakan secara in on in dimulai pada 17 Januari 2023 (workshop in pertama) menghadirkan narasumber Rosa Kusuma Ashar (Trainer public speaking and self development) dan Endri Padmono Fitri (Coach ice breaking). Setelah mengikuti worksop, peserta diberi tugas membuat Rencana Tindak Lanjut (RTL) berupa video ice breaking dan public speaking (baik personal branding maupun institusional branding). "RTL berupa video yang dikumpulkan kepada kami kemudian dinilai, ada yang sudah menambahkan fitur teknologi dalam videonya, ada yang polos tapi kontennya sudah bagus. Apresiasi peserta terbaik mendapatkan gift tanaman sebagai wujud 'go green school' dan suplai oksigen untuk bumi," kata Daswati kepada Krjogja.com di sela workshop (in kedua), Sabtu (25/2/2023). Workshop kedua menghadirkan narasumber Widaryanto (Ketua PGRI Cabang Prambanan).

Menurut Daswati, keterampilan ice breaking dan public speaking sangat perlu dikuasai oleh guru sebagai kompetensi pedagogik. Ice breaking dibutuhkan, misalnya untuk mengkondisikan kelas (siswa) agar tidak jenuh dan kembali bersemangat belajar.

Demikian pula keterampilan public speaking perlu dimiliki oleh seorang guru sebagai sosok/figur yang ditiru oleh murid (branding personal). Public speaking juga bisa untuk branding sekolah sehingga semakin dikenal dan diminati masyarakat. "Keterampilan ice breaking dan publik speaking ini perlu ditata dan dilatih terus menerus. Antusiasme guru sangat tinggi mengikuti workshop ini, dan mendapat apresiasi dari Kepala Dinas Pendidikan Kabupaten Sleman. Sebagai sekolah yang berorientasi mutu, SMP Muhammadiyah 1 Prambanan tidak mau sukses sendiri, tapi maju bersama sekolah-sekolah lain," kata Daswati.

Dari hasil penilaian, terbaik public speaking yaitu Dyah Retno Widayati (SD IT Baitussalam), Prima Ayu Sinta (SDN Delegan 1) dan Fitri Nurhayati (SDN Tempursari). Sedangkan terbaik ice breaking Dyah Retno Widayati (SD IT Baitussalam), Prima Ayu Sinta (SDN Delegan 1), dan Puput Wahyu Wijayanti (SDN Kebondalem Kidul). (Dev)

Kredit

Bagikan