Pelaku Mutilasi Sempat Tulis Surat, Kita Bisa Bertemu di Penjara atau Akhirat

user
Tomi Sujatmiko 22 Maret 2023, 13:15 WIB
untitled

Krjogja.com - SLEMAN - Polisi menemukan sepucuk surat yang ditulis HP (23) pelaku tunggal pembunuhan dan mutilasi pada AI (35) di sebuah penginapan kawasan Pakem Sleman. Dalam surat yang ditulis tangan oleh pelaku ini, ditemukan permintaan maaf pada siapapun yang membaca surat dan memutuskan apa yang bakal dilakukannya setelah melakukan aksi kejahatan itu.

"Siapapun yang baca pesan ini tolong maafkan aku yang sering buat kalian jengkel. Saya pergi dari sini. Kita bisa ketemu lagi di penjara atau di akhirat. Maaf untuk uang biar Allah yang memutuskan jika ada waktu dan jalan keluar akan saya lunasi dengan cara saya sendiri. Kenapa aku melakukan ini karena aku sering berada di bawah tekanan akibat gengsi. Dan maaf untuk semua kebohonganku. Aku hanya punya waktu (lebih kurang) 24 jam dengan waktu segitu aku akan memutuskan untuk menyerahkan ke polisi atau lari sebisa mungkin atau lari dari kehidupan ini."

Pada lembar sebaliknya, pelaku juga sempat menuliskan pesan lain yang tampaknya ditujukan untuk keluarga. "Salam buat keluargaku di rumah dan tolong sampaikan. Aku telah gagal mendengarkan nasihat orangtuaku. Masih ada Wiwit (adikku) yang bisa kalian nasihati jangan seperti saya. Aku sayang kalian (emot bersedih). Semoga kita bisa bertemu kembali."

Surat dalam selembar kertas itu ditemukan polisi di kamar mes tempat pelaku tinggal di kawasan Ngemplak Sleman. Surat itu menjadi barang bukti, bersama dengan berbagai alat yang digunakan pelaku seperti pisau, gunting hingga gergaji besi.

Terlepas dari apapun, tindakan pelaku sangat tidak terpuji dan sadis. Tidak ada pembenaran apapun atas tindak pembunuhan dan mutilasi yang dilakukannya.

Direktur Direktorat Reserse Kriminal Umum Polda DIY, Kombes Polisi Nuredy Irwansyah Putra mengatakan tersangka pelaku pembunuhan dan mutilasi PH ditangkap di Temanggung Jawa Tengah dalam persembunyiannya di kediaman sanak famili. Motif pelaku melakukan pembunuhan disebut karena ingin menguasai harta korban.

Pelaku diketahui memiliki hutang Rp 8 juta pada tiga penyedia aplikasi pinjaman online. Pelaku ingin mencari uang cepat lalu merencanakan aksi pembunuhan pada korban termasuk niat memutilasi untuk menghilangkan jejak. "Tersangka pelaku memiliki hutang Rp 8 juta dari pinjol, lalu ingin mencari uang cepat untuk menutup. Akhirnya dia membuat rencana membunuh korban untuk menguasai harta benda miliknya. Ia memutilasi korban untuk menghilangkan jejak. Rencana dia potongan tubuh dibuang melalui septictank toilet lalu tulang-tulangnya dibawa menggunakan ransel yang juga telah disiapkan untuk dibuang," ungkapnya dalam press release di Mapolda DIY, Rabu (22/3/2023).

Pelaku diketahui telah menjual handphone milik korban dengan harga Rp 600 ribu serta membawa uang Rp 300 ribu. Pelaku juga berniat menjual motor Honda Scoppy milik korban namun belum berhasil.

Sebelumnya Nuredy mengatakan pelaku sengaja membuat janji dengan korban untuk bertemu dan berhubungan intim di penginapan tersebut. Diketahui pula pertemuan tersebut bukan yang pertama karena pelaku dengan korban sebelumnya pernah melakukan hubungan serupa dan sudah saling memiliki kontak Whatsapp.

"Sabtu 18 Maret pukul 13.15 pelaku sudah terlebih dahulu memesan kamar nomor 51. Lalu pukul 14.00 pelaku keluar menggunakan sepeda motor untuk menjemput korban di parkiran RS Betesda Yogyakarta. Pukul 15.50 pelaku dan korban tiba di penginapan. Tidak lama, pelaku langsung memukul korban dengan pipa besi yang juga sudah disiapkan dan saat sudah lemah lalu melakukan mutilasi pada korban," tegas Nuredy.

Saat ini pelaku berada di tahanan Mapolda DIY untuk pendalaman keterangan. Ia bersiap menghadapi hukuman mati karena polisi menyangkakan pasal pembunuhan berencana 340 KUHP. (Fxh)

Kredit

Bagikan