FPKD Kawal Implementasi Program Sekolah Penggerak di DIY

user
Tomi Sujatmiko 26 Mei 2023, 09:20 WIB
untitled

Krjogja.com - BANTUL- Salah satu episode dalam Implementasi kebijakan Merdeka Belajar Kementerian Pendidikan Kebudayaan Riset dan Teknologi adalah Program Sekolah Penggerak (PSP). Esensi pelaksanaan PSP merupakan penyempurnaan dari program-program transformasi sekolah sebelumnya. Melalui Program Sekolah Penggerak diharapkan dapat dicapai percepatan peningkatan mutu satuan pendidikan.

Guna memperkuat sinergi antarkomponen yang terlibat dalam pelaksanaan Program Sekolah Penggerak (PSP), Balai Penjaminan Mutu Pendidikan (BPMP) DIY melaksanakan kegiatan Forum Pemangku Kepentingan Daerah (FKPD). Kegiatan diskusi berkaitan dengan pelaksanaan PSP yang diikuti oleh semua pemangku kepentingan baik dari unsur sekolah, pemerintah pusat, pemerintah daerah, dan masyarakat ini diawali di SMP Negeri 1 Bantul, Kamis (25/5) yang akan dilanjutkan safari ke daerah lainnya di DIY.

Hadir dalam forum Diskusi FPKD itu, semua komponen yang berperan dalam mendukung implementasi PSP, antara lain kepala sekolah, pengawas sekolah, komite pembelajaran sekolah, BPMP DIY, BBGP DIY, Dinas Dikpora Bantul dan para Fasilitator Sekolah Penggerak (FSP).

FPKD merupakan sarana dalam merefleksikan capaian kemajuan pendidikan di Sekolah Penggerak, menyusun rencana dan komitmen bersama tindak lanjut untuk meningkatkan kualitas pendidikan, serta meningkatkan kolaborasi dan sinergitas semua pemangku kepentingan di daerah.

Pembukaan FPKD di Bantul dihadiri Asekda Didik Warsito mewakili Bupati Bantul, Kepala Bappeda Fenty Yusdayati, Kadinas Dikpora Isdarmoko, serta Komisi D DPRD Bantul. Upacara pembukaan diawali sambutan Kepala BPMP DIY Eko Sumardi. Pada sambutannya Eko Sumardi menyampaikan terima kasih dan apresiasinya kepada Kabupaten Bantul yang telah mengimplementasikan kurikulum merdeka di semua satuan pendidikannya. Eko menyambut baik dan memastikan pihaknya akan membantu agar dalam implementasi kurikulum merdeka di Bantul sesuai dengan esensinya dan sama sekali tanpa miskonsepsi.

Sedangkan Asekda Didik Warsito saat membuka acara menegaskan, untuk membuat peserta didik menjadi pintar syaratnya harus gurunya dibuat pintar dahulu. “Oleh karena itu Pemkab Bantul dalam visi dan misinya berupaya membangun sumber daya manusia salah satunya melalui Pendidikan. Untuk itu Pendidikan yang berkualitas harus dihadirkan di Bantul,” tandasnya.

Ditambahkannya, untuk mewujudkan pendidikan yang berkualitas perlu kolaborasi semua komponen yang terlibat di dalamnya. Maka melalui FPKD ini pemerintah Kabupaten Bantul mengajak seluruh pemangku kepentingan untuk saling berbagi pengetahuan, akses dan dukungan sesuai kapasitasnya masing-masing secara konkrit dalam mengawal implementasi PSP di Bantul.

Mengakhiri pengarahannya, Didik Warsito mengajak seluruh pemangku kepentingan Pendidikan di Bantul untuk mempertahankan semangat untuk meningkatkan mutu Pendidikan. Acara pembukaan pertemuan FPKD di Bantul dirangkai dengan peneguhan komitmen untuk menyukseskan PSP secara bersama-sama yang ditandai penandatanganan komitmen oleh Bupati Bantul diikuti seluruh pemangku kepentingan pendidikan.

Pelaksanaan FPKD di Kabupaten Bantul berjalan dengan lancar dan diikuti oleh semua peserta dengan sangat antusias. Secara simultan setiap peserta diajak merefleksikan tantangan dan kemajuan pendidikan yang telah dicapai di sekolah masing-masing, membagi strategi dan solusi kepada sekolah lain, berbagi pengalaman-pengalaman baik, kemudian merumuskan cita-cita bersama.

Safari BPMP DIY dalam rangka koordinasi FPKD putaran berikutnya akan dilaksanakan di Kota Yogyakarta pada tanggal 26 Mei 2023 bertempat di SMP Negeri 4 Yogyakarta. Kegiatan FPKD putaran terakhir akan dilaksanakan di Kabupaten Gunungkidul pada tanggal 31 Mei dan 9 Juni 2023, bertempat SMA Negeri 2 Playen. (Jan)

Kredit

Bagikan