• Jumat, 22 September 2023

Waspada, Indonesia Diserbu Produk Asing

- Selasa, 25 April 2017 | 08:25 WIB

JAKARTA, KRJOGJA.com - Badan Pusat Statistik (BPS) mencatat nilai impor nonmigas pada Maret 2017 naik  signifikan 24,94 persen menjadi USD 11,10 miliar dibanding bulan sebelumnya USD 8,88 miliar. Sedangkan, penyumbang kenaikannya berasal dari impor ponsel, plastik sampai kapal laut. Nilai impor USd 13,36 miliar di Maret merupakan nilai impor bulanan tertinggi sejak Januari 2015. 

Direktur Eksekutif Institute for Development of Economics and Finance (INDEF), Enny Sri Hartati mewanti-wanti, kenaikan impor signifikan  terutama ditandai naiknya impor konsumsi, boleh jadi menjadi tanda turunnya daya saing produk dalam negeri. 

"Pernyataan pemerintah, dalam hal ini Kementerian Perdagangan, yang menyebut kenaikan impor positif lantaran disokong kenaikan impor  bahan baku, juga kurang pas. Sebab, impor bahan baku, bahan penolong, juga sejatinya masih secuil. Barang konsumsi tetap mendominasi. Terutama dari Tiongkok dengan kontribusi lebih dari 25 persen dari total impor," ungkapnya.

Kondisi ini, menurut Enny, berbahaya. Apalagi di saat bersamaan, kinerja industri dalam negeri juga menunjukkan indikasi penurunan belum recovery.  Di sisi lain, dalih pemerintah yang menyebut bahwa impor naik juga lantaran persiapan menyambut ramadan dan lebaran, juga tidak tepat karena barang yang masuk tidak berkorelasi dengan kebutuhan untuk menjaga stabilitas harga terutama sektor pangan selama lebaran dan ramadan yang selama ini jadi fokus pemerintah. 

"Oke untuk antisipasi lebaran , pertanyaannya nanti bagaimana stabilitas harga apakah signifikan tidak. Menjelang ramadan itu untuk stabilitas harga pandan, dan impornya bukan dari Tiongkok, tapi dari Thailand, atau Vietnam. Sementara ini mayoritas dari Tiongkok, jangan-jangan salah kebijakan lagi," imbuhnya.

Kenaikan importasi dari Tiongkok, kata Enny, sangat luar biasa, porsi dari tiongkok 25 persen sendiri, sementara total dari asean saja 20 persen.  (*)

Editor: tomi

Tags

Terkini

Ekonomi China Loyo, Gimana Nasib Ekspor Indonesia?

Kamis, 21 September 2023 | 22:35 WIB

Jogja Trade Expo 2023: Cantik, Unik dan Menarik

Rabu, 20 September 2023 | 20:20 WIB

neuCentrIX Buka Peluang Kolaborasi Internasional

Selasa, 19 September 2023 | 19:21 WIB

Produk Kriya Sebagai Potensi Unggulan Ekspor DIY

Senin, 18 September 2023 | 05:10 WIB

Bridgestone Kembangkan Ban Khusus Mobil Listrik

Rabu, 13 September 2023 | 17:30 WIB

Jelang Rilis Data Inflasi AS, Mampukah Bitcoin Rebound?

Selasa, 12 September 2023 | 17:45 WIB

Pertamina Tegaskan Tak Hapus Pertalite

Selasa, 12 September 2023 | 17:15 WIB

Pameran Kriyanusa 2023 Momentum UMKM Indonesia Mendunia

Selasa, 12 September 2023 | 08:20 WIB
X