12 Peserta Beradu Kreatif di Final Day DSC|X di De Tjolomadoe

KARANGANYAR, KRJOGJA.com – Final Day kompetisi kewirausahaan Diplomat Success Challenge ke-10 tahun 2019 (DSC|X) digelar Sabtu (16/11/2019) di De Tjolomadoe, Karanganyar,  Jawa Tengah. 

Acara yang digagas oleh Wismilak Foundation ini bakal dihadiri oleh para tokoh yang akan berbagi pengetahuan dan pengalaman di dunia bisnis.
Acara akan dibuka oleh Direktur Utama PT Wismilak Inti Makmur Tbk Ronald Walla, yang juga Dewan Pimpinan Harian, Ketua Bidang UMKM-IKM DPN APINDO. Acara dilanjutkan dengan Panel  Roadmap tentang membawa UMKM-IKM sebagai sektor strategis nasional. 

Panel ini menghadirkan sejumlah pembicara, yakni Ronald Walla, Ahmed Tessario (Coworking Indonesia), Maxim Mulyadi  (Indonesia Marketing Association), dan Arief Budiman (Entrepreneur Organization-GSEA).
Setelah itu, Gubernur Jawa Tengah Ganjar Pranowo dijadwalkan berbicara tentang “Sinergi Birokrasi  Profesional Pengusaha”. Sejumlah mentor rencananya juga akan berbagi pengetahuan dan  pengalamannya, yaitu Michael Tampi dengan tema “Jangan Jadi Pengusaha”, Muhammad Aga tentang  “Cerita Manis Kopi Pahit Indonesia”, Dina Dellyana tentang “Ekonomi Kreatif Dimulai Dari Hobi”, 
dan Pangeran Siahaan tentang “Pengusaha adalah Brand Ambassador”.
Hari pertama Final Day DSC|X ini akan dimeriahkan oleh grup musik Soloensis dan band lokal. 
Sejumlah acara menarik lainnya juga bakal berlangsung pada hari pertama. Acara ini gratis, jika datang sebelum pukul 12.00 WIB. Bagi yang hadir untuk tidak membawa air mineral dalam kemasan  (AMDK). Informasi lebih rinci bisa download aplikasinya DSC|X di App Store dan Google Play Store.
Sementara itu, esok harinya, pada 17 November 2019, akan berlangsung hari kedua Final Day DSC|X di lokasi yang sama. Selain masih dihadiri oleh sejumlah figur ternama, acara ini akan semakin  menarik dengan adanya pengumuman pemenang DSC|X yang akan mendapatkan hibah modal usaha 
senilai total Rp 2 miliar, serta penampilan grup musik Sheila on 7.
Dewan Juri DSC|X telah memilih 12 peserta yang akan tampil dalam babak final. Mereka adalah  Banopolis, SUNKRISPS, Sweet Sundae Ice Cream, Lingkaran, kylafood.com, Hear Me, Cryptoscope,  Astrobike, Apel Celup, Beehive Agriculture, Brownies Chip, dan OKE Garden.
Sebelumnya, 12 peserta tersebut telah mengikuti Incubation Session atau fase pembekalan pengetahuan 
dan pendalaman materi pada akhir Oktober 2019. Mereka terpilih setelah mengikuti rangkaian seleksi, 
mulai dari Regional Selection hingga National Selection.
Regional Selection pertama diadakan di Surabaya pada 14 September 2019. Kemudian, dilaksanakan 
Regional Selection di Yogyakarta pada 17 September 2019, Semarang pada 21 September 2019, Jakarta 
pada 26 September 2019, dan Bandung pada 1 Oktober 2019.
Setelah itu, 100 proposal terbaik kembali diuji di babak National Selection di Surabaya pada 8 Oktober 
2019 dan Jakarta pada 13 Oktober 2019, sebelum akhirnya dipilih sebanyak 12 peserta yang berhak 
mengikuti Final Day.

Perlu diketahui, ajang DSC|X ini meraih antusiasme tinggi dari para wirausahawan muda nasional 
sejak dibuka pendaftarannya secara online pada 15 Mei hingga batas waktu penyerahan proposal pada 
17 Agustus 2019.
Dewan Komite DSC|X menerima sebanyak 12.500 proposal bisnis rintisan. Dominasi kaum milenial 
dalam kompetisi kewirausahaan itu begitu kuat, karena sekitar 80% peserta berasal dari rentang umur 
20-35 tahun. 
Sementara itu, daerah asal peserta masih didominasi oleh Pulau Jawa dan Sumatera, dimana porsinya mencapai 90%. Dari seluruh proposal yang masuk tersebut kemudian dikelompokkan ke dalam tujuh kategori bisnis, 
yaitu Agrobisnis, Food & Beverage, Kriya &Fashion, Startup Digital, Teknologi Terapan, Services, dan 
kategori lain-lain.
Ajang DSC|X yang penyelenggaraannya berkolaborasi dengan Coworking Indonesia sebagai strategic 
partner ini memberikan edukasi, bimbingan dan pendampingan, serta kesempatan untuk berjejaring 
dan berkolaborasi dengan sesama peserta.
Program DSC|X ini dihasratkan untuk mencetak prestasi wirausaha. Ini merupakan salah satu aksi 
nyata Wismilak Foundation untuk memajukan potensi usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM). 
Selama ini, sektor UMKM berkontribusi terhadap produk domestik bruto (PDB) dan menyerap tenaga 
kerja yang signifikan. (*)

 

BERITA REKOMENDASI