2015, Harga Minyak Mentah Sentuh USD45

JAKARTA (KRjogja.com) – Pelemahan harga minyak dunia yang telah terjadi sejak tahun lalu diprediksi akan terus berlanjut hingga tahun 2017 mendatang. Pelemahan harga minyak dunia ini diprediksi masih disebabkan oleh melimpahnya cadangan minyak karena melemahnya permintaan dari negara-negara yang mengalami perlambatan ekonomi.

Direktur Eksekutif Departemen Kebijakan Ekonomi dan Moneter Bank Indonesia Juda Agung menuturkan, pada tahun 2017 diperkirakan harga minyak dunia hanya mencapai USD 45 per barel. Harga minyak ini diperkirakan akan bertahan sepanjang tahun 2017.

"Perkiraan harga minyak tahun ini USD40 (per barel), tahun depan USD45 (per barel). Artinya ada kan level yang cukup rendah," kata Juda di Kantor Kementerian Koordinator bidang Perekonomian, Jakarta, Senin (25/7/2016).

Pelemahan harga minyak dunia ini pun diyakini akan berdampak pada pertumbuhan ekonomi secara global. Namun, saat ini Indonesia telah mulai mengantisipasi pelemahan harga minyak dunia ini. Salah satunya adalah dengan cara membangun proyek-proyek infrastruktur.

"Sehingga ekonomi Indonesia bisa tumbuh 5,6 persen menjadi 5,2 persen," tutupnya.

Seperti diketahui, BI memprediksikan, ekonomi Indonesia memang akan tumbuh lebih tinggi pada tahun 2017. Selain karena sektor infrastruktur, tingginya pertumbuhan ekonomi ini juga disebabkan oleh mulai membaiknya harga komoditas global.

Berikut adalah asumsi makro ekonomi Indonesia pada tahun 2017 versi Bank Indonesia:

1. Pertumbuhan ekonomi: 5,2-5,6 persen.

2. Ekonomi Inflasi: 4 persen (plus minus 1 persen).

3. Current Account Defisit:

4. Kredit: 12-14 persen. (*)    

 

BERITA REKOMENDASI