Ajak UMKM Berkembang, BRIncubator 2019 Ajarkan 4Go

YOGYA, KRJOGJA.com – Bank Rakyat Indonesia Tbk (BRI) terus mendorong pelaku usaha mikro kecil dan menengah (UMKM) untuk mengembangkan bisnisnya melalui program BRIncubator. Program yang telah diluncurkan sejak 2018 itu merupakan program inkubasi yang berupaya meningkatkan kapasitas serta kapabilitas pelaku UMKM secara digital sehingga diharapkan bisa memperluas pasarnya ke mancanegara.

Kabag RKB Desk Inkubasi Mikro dan Ritel BRI Pusat Teguh Rahadian, Kamis (25/7/2019) menyampaikan, ada empat prinsip yang diajarkan pada pelaku usaha yakni Go Modern, Go Digital, Go Online, dan Go Global (4Go). Keempat prinsip itu harus dipegang agar bisnis UMKM bisa cepat naik kelas.

Dijelaskan Teguh, kurikulum Go Modern mendidik tata pengelolaan soft-hard kompetensi para UMKM agar sesuai dengan kebutuhan pasar, seperti semangat pengusaha, perlengkapan produksi, pengawasan, atau catatan keuangan. Go Digital, mendidik para UMKM untuk bisa memanfaatkan platform digital sebagai media promosi dan pemasaran. Go Online, mengajarkan UMKM agar menjual produknya di marketplace atau membuat platform online sendiri. Sementara, Go Global mendorong pelaku UMKM agar bisa ekspor.

"Kami memberikan pelatihan, pengajaran, workshop, dan mentoring sehingga UMKM bisa 4Go dan kita arahkan untuk cepat ekspor. Tentunya dengan menggunakan cara-cara yang terstandardisasi, seperti kerja sama dengan vendor, ahli-ahli juga kita datangkan. Ini akan memberikan dampak positif pada UMKM dalam waktu singkat seperti pemenang tahun 2018 lalu, omsetnya naik hingga empat kali lipat," kata Teguh didampingi Sadmiadi Pimpinan Cabang BRI Yogya Cik Di Tiro, Iwan Kurniawan Presiden Genpro serta Ahmad Nur Umam Presiden Genpro DIY Jateng di Rumah Kreatif Jogja, Sagan. 

Adapun syarat untuk mengikuti program ini di antaranya, calon peserta harus memiliki usaha, harus produksi, dalam artian bukan pedagang yang hanya membeli dan menjualnya kembali tanpa ada proses kreatif. Jika memenuhi syarat itu, pelaku UMKM bisa langsung mendaftar dan akan dilakukan seleksi oleh pihak BRI.

Tahun ini BRIncubator memilih para pelaku UMKM di wilayah DIY dengan fokus usaha di sektor kuliner, fashion dan kriya. Basis program ini adalah Rumah Kreatif BUMN (RKB) milik BRI. Saat ini tercatat BRI sendiri telah memiliki RKB berjumlah 54 di seluruh Indonesia sehingga diharapkan di pelosok nusantara nantinya bisa tersentuh program ini. 

Teguh pun berharap pada tahun ini ada peningkatan peserta yang tervalidasi ekspor (siap ekspor). Ia menargetkan dari 500 peserta yang mengikuti program ini, 10 persen nya mampu mengembangkan bisnisnya hingga pasar internasional. Asal tahu, pada 2018 lalu baru sekitar 20 pelaku UMKM yang telah berhasil masuk pasar ekspor. (*)

BERITA REKOMENDASI