Akhlis Mukhidin & Partners Beri Pendampingan Hukum Anggota KSU Ikapim

MINIMNYA pengetahuan dan pemahaman para pelaku usaha mikro, kecil dan menengah (UMKM) seringkali membuat mereka lemah ketika menghadapi persoalan khususnya perselisihan bisnis sampai utang piutang. Para pelaku UMKM pada umumnya menganggap berhubungan dan menggunakan jasa penasihat hukum harus mengeluarkan biaya sangat besar sehingga tak terjangkau oleh mereka.

Guna memberikan pemahaman komprehensif beserta upaya pendampingan hukum terhadap para pelaku UMKM yang menjadi anggotanya, Koperasi Serba Usaha (KSU) Ikatan Pengrajin Sleman (Ikapim) menjalin kerjasama dengan Kantor Hukum Akhlis Mukhidin & Partners.

Ketua I KSU Ikapim, Anom Prabowo mengatakan, penandatanganan kerja sama juga dimaksudkan sebagai upaya edukasi terhadap pelaku UMKM agar mereka lebih aman, nyaman dalam menjalankan roda usaha, memahami konstruksi hukum dari suatu persoalan yang menyangkut perselisihan atau persengketaan khususnya dalam ranah usaha.

“Anggota KSU Ikapim berhak mendapat fasilitas pendampingan hukum juga mendapat pelatihan dan edukasi seputar hukum. Paling tidak dengan tahu posisi dan paham hukum, ditambah ada lawyer yang mengarahkan,  anggota akan merasa lebih terdampingi. Di samping itu dengan adanya edukasi hukum harapan kami anggota akan lebih berhati-hati melangkah,” ujarnya di sela penandatanganan kerjasama yang berlangsung di Kopi Joglo Janti, Jumat (30/11).

Pendampingan hukum yang diberikan menurut Akhlis Mukhidin SH SSn MH dari kantor Hukum Akhlis Mukhidin & Partners meliputi litigasi dan nonlitigasi. Dengan dinamika dunia usaha saat ini dan di masa yang akan datang, menurut Akhlis, pelaku UMKM sangat membutuhkan tim advokasi juga fasilitas pendampingan hukum.

"Di luar persoalan sengketa, pendampingan  akan mencakup persoalan legalitas, pemahaman tentang proses pengurusan berbagai perijinan seperti ijin edar barang. Dengan adanya UU Perlindungan Konsumen, langkah apa yang dapat ditempuh misal bila terjadi komplain dan pelaku UMKM dihadapkan pada tuntutan konsumen," ujar Akhlis. (*)

BERITA REKOMENDASI