Akses Modal Kendala Pengembangan UMKM

YOGYA, KRJOGJA.com – Permasalahan Usaha Mikro, Kecil dan Menengah (UMKM) sampai sekarang masih soal manajemen dan pengelolaan keuangan serta akses modal. Hal ini menjadi kendala dan pengembangan UMKM, khususnya akses permodalan. Lembaga keuangan akan kesulitan mengukur kinerja UMKM apabila data laporan keuangan yang disajikan tidak memenuhi standar yang berlaku.

“Jadi, akses modal menjadi kendala utama pengembangan UMKM,” ujar Rifki Khoirudin SE MEc Dev, dosen Fakultas Ekonomi dan Bisnis (FEB) Universitas Ahmad Dahlan (UAD) kepada KRjogja.com, Rabu (11/11/2020).

Menurut Rifki Khoirudin, pokok-pokok pemikiran dan kendala pengembangan UMKM serta pendampingan telah dilakukan rentang bulan Agustus sampai dengan Oktober selama beberapa kali pertemuan.

Pada 30 Oktober telah diadakan program pengabdian masyarakat dengan Haha Multi Creative sebagai mitra pengabdian dalam kegiatan ini. Haha Multi Creative sendiri didirikan oleh alumni dari Program Studi Ekonomi Pembangunan FEB-UAD sehingga kegiatan pengabdian ini dalam rangka juga menjalin silaturahmi antara Program Studi dengan para alumni.

BERITA REKOMENDASI