Angkutan Udara Picu Inflasi Yogyakarta Capai 0,03 Persen

YOGYA, KRJOGJA.com – Kota Yogyakarta mengalami inflasi sebesar 0,03 persen atau terjadi kenaikan indeks Harga Konsumen (IHK) dari 105,34 pada Agustus 2020 menjadi 105,37 pada September 2020. Tingkat inflasi tahun kalender pada September 2020 terhadap Desember 2019 sebesar 0,71 persen dan tingkat inflasi dari tahun ke tahun pada September 2020 terhadap September 2019) sebesar 1,66 persen. Andil terbesar yang mendorong terjadi inflasi adalah Angkutan Udara naik sebesar 3,90 persen.

Kepala Badan Pusat Statistik (BPS) DIY Dr Heru Margono M.Sc mengatakan inflasi tersebut disebabkan naiknya indeks harga konsumen kelompok perlengkapan, peralatan dan pemeliharaan rutin rumah tangga sebesar 0,06 persen, kelompok kesehatan sebesar 0,03 persen, kelompok transportasi sebesar 0,30 persen dan kelompok perawatan pribadi dan jasa lainnya sebesar 0,71 persen. Sedangkan kelompok yang mengalami deflasi yaitu kelompok makanan, minuman dan tembakau sebesar 0,24 persen; kelompok pakaian dan alas kaki sebesar 0,23 persen.

“Adapun kelompok yang relatif stabil yaitu kelompok perumahan, air, listrik dan bahan bakar rumah tangga, kelompok informasi, komunikasi dan jasa keuangan, kelompok rekreasi, olahraga dan budaya, kelompok pendidikan; dan kelompok penyediaan makanan dan minuman/restoran,” ujar Heru di kantornya, Kamis (1/10/2020).

BERITA REKOMENDASI