Armada Pelni Siap Layani Penumpang Nataru

JAKARTA.KRJOGJA.com–Menghadapi musim libur Natal 2019 dan Tahun Baru 2020 (Nataru) yang berlangsung mulai 11 Desember 2019) hingga 8 Januari 2020, PT Pelayaran Nasional Indonesia (Pelni) mengerahkan seluruh armada kapalnya untuk melayani penumpang yang ingin mudik ke kampung halamannya.

Kepala Kesekretariatan Perusahaan PT Pelni (Persero), Yahya Kuncoro mengatakan, dalam rangka kesiapan angkutan Nataru tahun ini Pelni telah menyelesaikan docking (perbaikan dan perawatan) untuk seluruh armadanya.

"Sehingga perusahaan akan mengoperasikan 26 armada trayek Nusantara dan 46 trayek kapal perintis untuk melayani masyarakat Indonesia yang ingin mudik atau berlibur dengan kapal lauy," ujar Yahya.

Selain menyelesaikan docking, lanjut Yahya, Pelni juga menyesuaikan jadwal dengan skema rerouting untuk mensiasati keterbatasan armada dan meningkatnya permintaan akan angkutan kapal.

"Untuk mendukung pelaksanaan angkutan Nataru di tahun ini, kami juga menambah frekuensi pada ruas-ruas yang berpotensi mengalami lonjakan penumpang, seperti pada ruas Papua Port, Papua Port – Ambon, Bitung – Jayapura Port, Batam – Belawan," tambah Yahya.

Pelni juga akan melakukan sejumlah penambahan ruas untuk KM. Lambelu dan KM. Bukit Siguntang dalam melayani wilayah Tengah, seperti ruas Tarakan-Nunukan-Balikpapan-Makassar-NTT dan KM. Nggapulu pada wilayah Timur khususnya Maluku dengan penambahan ruas Ambon, Banda dan Tual. Selain itu, Pelni juga akan mengoperasikan KM. Lawit dengan melakukan penambahan ruas tujuan Padang dan Sibolga.

Menurut Yahya, Pelni menambah kapasitas angkutan penumpang berdasarkan surat dari Direktorat Jenderal Perhubungan Laut No UM.002/14/12/SK/2019 tentang penambahan kapasitas jumlah penumpang kapal angkutan Natal tahun 2019 serta Tahun Baru 2020. Dispensasi jumlah penumpang di tiap-tiap kapal berbeda berdasarkan hasil audit kapal oleh Kementerian Perhubungan.

"Pelni menjual tiket dispensasi bagi masyarakat yang akan berpergian pada periode Nataru. Penjualan tiket dispensasi sesuai dengan jumlah yang diijinkan oleh Kementerian Perhubungan agar tetap menjamin keselamatan, keamanan dan kenyamanan selama perjalanan," ungkap Yahya.

Penambahan jumlah penumpang tersebut dibarengi dengan jumlah alat alat keselamatan yang berada di atas kapal. Hal ini menjadikan aspek keselamatan merupakan hal yang paling penting agar tercipta zero accident pada pelayanan Nataru ini. (Imd)

BERITA REKOMENDASI