Atasi Kemiskinan, Legislator Golkar DIY Berharap Janji Pembangunan Selatan Diwujudkan

Editor: Ary B Prass

YOGYA, KRJOGJA.com – Kegiatan public hearing Rancangan Perda Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah DIY 2022, Senin (25/10/2021), lalu menunjukkan belum berhasilnya Pemda DIY mengurangi angka kemiskinan, rasio gini dan Indeks Pembangunan Manusia (IPM). Rencana Pembangunan Jangka Menengah Daerah (RPJMD) DIY 2017-2022 tidak berjalan sepeti yang direncanakan .

Sekretaris Daerah DIY, Kadarmanta Baskara Ajie mengungkap hal tersebut terjadi diluar perkiraan karena adanya pandemi Covid-19. Baskara Aji melaporkan IPM DIY pada 2020 mencapai angka 79,97. Di dalam RPJMD 2017-2022 peningkatan IPM ditargetkan mencapai angka 81,4 di 2021 dan 81,68 tahun 2022.

Sementara capaian pengentasan kemiskinan tahun 2020 persentasenya 12,8 persen. Tahun 2021 ditargetkan 8,07 persen namun akibat pandemi target sebesar 7,08 persen pada tahun 2022 rasanya sulit tercapai.

Menanggapi hal tersebut, Ketua Fraksi Golkar DPRD DIY, Rany Widayati mengharapkan agar pemerintah melakukan evaluasi berbagai program kerja terutama yang berhubungan langsung dengan pengentasan kemiskinan . Diperlukan perubahan cara pandang terhadap program kerja pengentasan kemiskinan  dengan program kerja yang baru yang inovatif.

“Artinya bahwa pengentasan kemiskinan tidak lagi identik dengan pemberian bantuan yang tidak terintegrasi, bantuan yang diberikan  tidak tepat sasaran bahkan cenderung hanya sebagai bantuan semata. Perlu penguatan konsep pemberdayaan masyarakat, dengan data yang akurat tentang potensi masyarakat  yang ada,” ungkapnya, Rabu (27/10/2021).

BERITA REKOMENDASI