Babak Belur Pertahankan Usaha di Tengah Pandemi Covid-19, Kang Roy Manfaatkan Pembayaran Digital

SEJAK pandemi Covid-19 masuk ke tanah air beberapa pekan lalu, sektor usaha mikro, kecil dan menengah (UMKM) menjadi salah satu sektor yang terkena dampak paling besar, tidak terkecuali di kota Bandung dan sekitarnya.

Rohana (38), merupakan satu dari 116 juta orang penggiat UMKM di Indonesia yang turut merasakan pandemi Covid-19. Kang Roy, sapaan hangat Rohana, adalah pemilik konter aksesoris handphone H&G Cell yang terletak di kawasan Kiaracondong, Bandung. Kang Roy sendiri telah menjadi penggiat UMKM sejak 2008 dan telah menjajal tidak kurang dari 9 bidang usaha, mulai dari toko sembako, depot isi ulang air, furniture bekas, hingga toko aksesoris handphone yang sekarang ini sedang digelutinya.

Pasca Corona, omset harian konter milik Kang Roy menurun hingga 40% persen dibanding hari biasanya. “Walaupun mungkin tidak separah teman-teman di Jakarta atau kota besar lainnya, toko teh jadi relatif lebih sepi setelah wabah Corona ini. Saya khawatir kalau kondisi ini berjalan lebih lama dan pembeli makin sedikit, usaha bisa babak belur.” ujarnya .

BERITA REKOMENDASI