Bank Dunia Rekomendasikan Merger PGN-Pertagas

JAKARTA, KRJOGJA.com – Bank Dunia (World Bank) baru saja merilis framework mengenai optimalisasi dan investasi infrastruktur gas di Indonesia. Salah satu hasil rekomendasi Bank Dunia (World Bank) kepada pemerintah yakni menyelesaikan segera proses akuisisi atau penggabungan perusahaan besar gas Indonesia yakni Perusahaan Gas Negara (PGN) dengan Pertagas. 

Mengingat, Indonesia butuh perusahaan gas yang besar dan kuat agar bisa fokus mendukung pembangunan ekonomi Indonesia. Terdapat tujuh poin rekomendasi mengenai industri gas di Tanah Air. Di antaranya, Bank Dunia mengutarakan agar pemerintah segera membenahi kriteria seleksi investasi jaringan pipa. Selain itu, Bank Dunia juga mengungkapkan agar pemerintah melakukan revisi struktur tarif dasar gas. 

"Hal tersebut dilakukan untuk meningkatkan daya saing dan memberi efisiensi," jelas Bank Dunia dalam risetnya, Kamis (1/6/2017). Adapun poin penting rekomendasi Bank Dunia lainnya adalah melakukan Rasionalisasi strategi FSRU dengan tujuan membangun lebih sedikit terminal besar. 

“Serta, menyelesaikan proses merger alias penggabungan perusahaan besar PGN dengan Pertagas,” tulis Bank Dunia. Khusus merger maupun akuisisi, Pengamat Energi dan Mineral Universitas Indonesia Berly Martawardaya mengatakan, semakin cepat pemerintah menyelesaikan penggabungan atau akuisisi Pertagas oleh PGN ini, akan banyak hal positifnya.(*)

BERITA REKOMENDASI