Bank Mandiri Ciptakan Banyak Wirausaha, Ini Alasannya

SLEMAN (KRjogja.com) – Bisnis Support Manager Bank Mandiri Area Yogyakarta Ibnu Pramono menilai tingginya Gross Domestic Product (GDP) Indonesia belum didukung daya saing tinggi sehingga berpotensi peningkatan pengangguran dan Indonesia menjadi sasaran 'eksploitasi' negara lain.

"Surplus demografi jasi salah satu faktor utama pendorong pertumbuhan GDP di Indonesia, namun pendapatan per kapita masih jauh di bawah Singapura sehingga Indonesia membutuhkan banyak wirausahawan (entrepreneur)," kata Ibnu di sela diskusi diskusi bertajuk 'Menumbuhkembangkan Kewirausahaan Baru Berbasis Digital', Selasa (29/11/2016) di Hotel Grand Tjokro Sleman. 

Menurut Ibnu perseroan mendorong tumbuh kembang pengusaha muda di Indonesia. Sebabm semakin banyak pengusaha, semakin baik fungsi perbankan sebagai lembaga keuangan. Karena itu, pada tahun 2007 Bank Mandiri meluncurkan program Wirausaha Muda Mandiri yang berfokus pada kompetisi dan apresiasi, pendidikan dan pengembangan kewirausaghan serta penyebaran virus kewirausahaan.

"Audience utama WMM adalah generasi muda di Indonesia dengan pertimbangan banyak tenaga, memiliki jatah gagal serta memiliki idealisme dan cita-cita tinggi. Kompetisi ini diikuti 36 ribu wirausawan muda dan 656 universitas," paparnya.

Ibnu menambahkan wirausahan dibutuhkan sebagai salah satu syarat negara maju yaitu minimal 2 persen dari total populasi dan penciptaan inovasi baru. Selain itu, sebagai sarana pemerataasn pendapatan serra mendukung ekonomi lokal yang kuat.

"Pengusaha memiliki kecenderungan terus berinovasi dan memunculkan teknologi baru guna memenangkan persaingan pasar dan daya saing bangsa. Dalam jangka panjang, pengusaha lokal memperkuat pasar domestik sehingga dapat mengurangi ketergantugan pasar luar negeri," tandasnya. (Tom)

BERITA REKOMENDASI