BBKFP Kemenhub Kembangkan Bisnis Persewaan Pesawat

TANGERANG.KRJOGJA.com – Sejak dikukuhkan menjadi Badan Layanan Umum (BLU) oleh Kementerian Keuangan oada 2016 lalu, Balai Besar Kalibrasi Fasilitas Penerbangan (BBKFP) Kementerian Perhubungan terus mengembangkan lini bisnis lain di samping lini bisnis utama, yaitu kalibrasi fasilitas bandara.

Lini usaha yang ditawarkan kepada konsumen antara lain, perawatan dan penyewaan pesawat serta helikopter. "Pesawat kami yang biasa digunakan untuk kalibrasi, bisa disewa untuk charter dan keperluan lainnya," ujar Kepala BBKFP, Bagus Sunjoyo di Curug, Tangerang, Rabu (16/10/2019).

Dijelaskan Bagus, armada pesawat yang dimiliki lembaganya saat ini ada 2 unit propeler (baling-baling) Kings Air, 2 unit Jet Hawker dan 2 unit Helikopter Bell 429. "Semua armada pesawat ini dirawat dengan baik, sehingga sangat aman untuk digunakan sebagai pesawat charter," katanya.

Bagus mengakui, pengembangan lini usaha penyewaan pesawat ini dilakukan dalam upaya untuk terus meningkatkan Penerimaan Negara Bukan Pajak (PNBP). Tahun ini pihaknya menargetkan pendapatan PNBP sebesar Rp 119 miliar.

"Kami optimis target itu bisa tercapai. Realisasi hingga Oktober 2019 telah mencapai Rp 90 miliar lebih. Masih ada beberapa piutang jasa kalibrasi yang belum dibayar dan sudah ditagihkan. Dengan sisa beberapa bulan lagi, kami optimistis target pendapatan tahun ini tercapai," kata Bagus.

Menurut Bagus, BBKFP memiliki 4 Strategic Business Unit (SBU) yang berada di bawah divisi pengembangan usaha. Keempat SBU tersebut adalah Flight Inspection Service Provider (Kalibrasi dan Peneraan); Air Charter AOC 135-031; Training Center CASR 142, dan Approve  Maintenance Organization (AMO) CASR 145. “Ada juga bidang usaha lain seperti penyewaan hanggar,” tuturnya.

Bagus mengungkapkan, saat ini pengguna jasa BBKFP masih didominasi oleh instansi pemerintah seperti kementerian dan BUMN. Diantaranya adalah Bakamla, Kementerian Kelautan dan Perikanan, Airnav Indonesia, PT Angkasa Pura I, dan PT Angkasa Pura II.

"Ada juga pengguna jasa dari pihak swasta, termasuk dari luar negeri yakni bandara di Timor Leste. Kami juga tengah melakukan penjajakan kerja sama dengan pemerintah Vietnam dan beberapa negara di Timur Tengah dan Afrika,” ujar Bagus.

Bagus juga menambahkan, pada tahun ini pihaknya memasang target penerbangan kalibrasi sebanyal 1.145 jam. Hingga Oktober ini realisasi penerbangan kalibrasi telah mencapai 1.090 jam.

"Hingga akhir tahun nanti kami yakin target 1.145 penerbangan kalibrasi dapat tercapai. Masih ada beberapa bandara yang belum rampung kalibrasinya,” jelas Bagus.

BBKFP merupakan Badan Layanan Umum (BLU) yang berada di bawah koordinasi Direktorat Jenderal Perhubungan Udara Kementerian Perhubungan. Status BLU disandang BBKFP sejak tahun 2016 melalui Keputusan Menteri Keuangan Nomor 13/KMK.05/2016 tanggal 26 Januari 2016, yang dikuatkan oleh Peraturan Menteri Perhubungan no. PM 122/ 10 Oktober 2016 tentang Organisasi Dan Tata Kerja Balai Besar Kalibrasi Fasilitas Penerbangan ( BBKFP). (Imd)

BERITA REKOMENDASI