Berpotensi Resesi, Ekonomi DIY Harus Dijaga

Editor: KRjogja/Gus

YOGYA, KRJOGJA.com – DIY berpotensi mengalami resesi, maka diperlukan berbagai upaya untuk mencegah penurunan ekonomi lebih dalam. Upaya menjaga ekonomi DIY yaitu menjaga konsumsi masyarakat kelas menengah ke bawah, menjaga persediaan dan kelancaran distribusi pangan serta memberikan insentif kepada sektor swasta.

Upaya selanjutnya menyediakan alat-alat kesehatan, trus mendorong kegiatan gotong royong aksi sosial dan mendorong percepatan implementasi ekonomi dan keuangam digital.Hal ini disampaikan Deputi Kepala Perwakilan Bank Indonesia (BI) DIY Miyono dalam Seminar Regional Online bertajuk ‘Kondisi Perekonomian DIY Terkini: Dampak Pandemi Covid-19 dan Strategi Pemulihan’ yang digelar FBE UAJY didukung BI DIY dan ISEI Cabang Yogyakarta, Rabu (20/5).

“Konsumsi masyarakat kelas menengah ke bawah perlu tetap dijaga. Upaya pemberian bantuan tunai jaminan hidup (jadup) perlu dipercepat agar masyarakat kelas menengah ke bawah tetap memiliki daya beli. Jadup ini penting sebagai upaya pelengkap Bantuan Pangan Nontunai (BPNT) dan Program Keluarga Harapan (PKH) yang sudah ada sebelumnya,” ujar Miyono.

Miyono mengatakan upaya pemulihan selanjutnya adalah menjaga persediaan pangan atau kebutuhan pokok dan kelancaran proses distribusinya, sehingga mudah diakses masyarakat DIY. Kemudian memberikan insentif dan stimulus kepada sektor swasta, khususnya UMKM, agar tidak terjadi PHK, terutama terhadap sektor pariwisata dan sektor pendukungnya, termasuk sektor industri atau manufaktur serta industri kreatif.

DIY

BERITA REKOMENDASI