Berpotensi Resesi, Ekonomi DIY Harus Dijaga

Editor: KRjogja/Gus

“Menyediakan alat-alat kesehatan guna mendukung implementasi protokol kesehatan dan mendorong masyarakat meningkatkan kedisiplinan. Tetap menerapkan social distancing dan memakai masker untuk memutus rantai penyebaran Covid-19,” katanya.

Menurut Miyono, upaya lainnya yaotu terus mendorong kegiatan gotong royong aksi sosial, dengan melibatkan seluruh lapisan masyarakat. Budaya gotong royong dari seluruh elemen masyarakat ini menjadi sangat penting untuk menjaga roda ekonomi masyarakat menengah ke bawah agar terus berputar. ” Mendorong percepatan implementasi ekonomi dan keuangan digital sebagai bagian dari upaya pemulihan ekonomimelalui kolaborasi antara bank dan fintech guna melebarkan akses UMKM dan masyarakat kepada layanan ekonomi dan keuangan,” tambahnya.

Wakil Ketua ISEI Cabang Yogyakarta dan Ekonom UGM Amirullah Setya Hardi menambahkan seluruh pelaku usaha di DIY sudah merasakan dampak Covid-19 sehingga membutuhkan strategi bertahan selama krisis ini. Kekhawatiran pelaku usaha di DIY lebih diarahkan pada demand side maka bantuan yang diharapkan baik berupa operasional dan pemasaran serta mulai adanya kesadaran untuk memasuki ke era New Normal

“Cara pemulihan adalah membuka kembali usaha secara bertahap. Melakukan promosi usaha dan sejenisnya termasuk via media sosial) lalu berkomunikasi dengan pelanggan, pemasok dan pemangku kepentingan lainnya. Selanjutnya menyelenggarakan event khusus bersama asosiasi, misalnya pameran dan sejenisnya serta yang tidak kalah pentingya penting adalah melakukan rebranding pariwisata DIY memasuki era New Normal,” tutur Kaprodi Ekonomi Pembangunan FBE UAJY dan Sektretaris ISEI Cabang Yogyakarta Y Sri Susilo. (Ira)

DIY

BERITA REKOMENDASI