Bersaing di Kelas Atas, Taru Martani Tingkatkan Kualitas

YOGYA, KRJOGJA.com – PT Taru Martani  tengah fokus menggarap pasar cerutu yang membidik segmen kelas atas atau premium dengan meningkatkan kualitas dan harga produk. Salah Badan Usaha Milik Daerah (BUMD) DIY ini optimistis mampu merealisasikan target laba yang ditetapkan sebesar Rp 2,5 miliar pada 2018 ini didukung peluang pasar industri cerutu yang masih potensial, terutama ekspor.

Direktur Utama (Dirut) PT Taru Martani Nur Akhmad Affandi mengatakan PT Taru Martani tengah fokus mengembangkan 'core' bisnisnya yang tidak lain adalah memproduksi cerutu dengan pangsa pasar ekspor yang cukup tingggi sehingga bisnis tembakau ini masih bisa hidup. 

Menurut Affandi sebagai pabrik cerutu yang mempunyai pengalaman 100 tahun atau seabad dengan memiliki 200 karyawan ini, produk yang dihasilkan mempunyai kualitas bagus dengan rasa yang khas.

"Saya fokus menyehatkan dan menata kembali  'core' bisnis Taru Martani mulai dari meningkatkan kualitas produk dengan menggunakan bahan baku pilihan dan bagus serta menciptakan lingkungan yang bersih tahun ini. Kita berkomitmen terlebih dahulu menaikkan kualitas dan konsekuensinya adalah harga cerutu menjadi lebih mahal karena mengggunakan bahan baku tembakau yang lebih bagus," papar Nur Akhmad Affandi dikantornya, Jumat (25/5).

Nur Akhmad Affandi mengungkapkan pasar cerutu dan tembakau iris masih sangat besar, apalagi pasar cerutu untuk lokal dan internasionalnya ada. Cerutu dan tembakau termasuk barang yang dikendalikan pemerintah, sehingga harganya juga diatur pemerintah. 

Taru Martani akan meningkatkan dan berorientasi kualitas setelah sebelumnya melakukan efisiensi proses produksi untuk penyesuaian atau menjaga harga cerutu yang rendah. (Ira)

BERITA REKOMENDASI