BNI Luncurkan Smart Office BBLM Yogyakarta

SLEMAN, KRJOGJA.com – Balai Besar Latihan Masyarakat (BBLM) Yogyakarta menggandeng PT Bank Negara Indonesia Tbk atau BNI untuk mewujudkan smart office. Smart office yang dibangun di lingkungan kerja BBLM. Smart office BBLM ini merupakan sebuah konsep kantor yang selalu terkoneksi, cashless, dan paperless dengan dukungan perangkat dan solusi teknologi informatika (TI) dalam semua fungsinya. Dukungan tersebut mulai dari fungsi keuangan, kepegawaian, hingga administrasi atau reporting. 

Peluncuran smart office BBLM tersebut diluncurkan Kepala BBLM Yogyakarta   Dra   Erlin  Chaerlinatun   di Kantor   Balai   Besar Latihan Masyarakat Yogyakarta Jalan Parasamya 16 Beran Sleman, Jumat (31/9/2018). Erlin Chaerlinatun didampingi Bupati Sleman Drs. H Sri Purnomo, Head of Network and Services (HNS) Bank BNI Wilayah Yogyakarta Arif Tri Tjahjono dan Pemimpin Kantor Cabang Utama UGM Suryo Wikanthomo.

Kepala BBLM Yogyakarta Erlin Chaerlinatun menyampaikan pada saat perubahan zaman berlangsung   secara  cepat,   khususnya   pada  era  revolusi   industri  4.0 saat   ini, diperlukan kecepatan untuk membuat keputusan.  Kementerian Desa, Pembangunan Daerah Tertinggal, dan Transmigrasi (Kemendes PDTT) memiliki posisi strategis untuk menentukan Indonesia itu akan menjadi negara yang memiliki kesenjangan tinggi atau rendah.

"Smart office BNI ini salah satu cara mengarah ke kecepatan bertindak, sehingga pelayanan terhadap desa- desa bisa lebih akurat dan cepat. Smart office ini terwujud karena dukungan penuh BNI sebagai bank mitra utama kami, sehingga diharapkan implementasi smart office ini dapat segera ditiru kementerian dan lembaga lainnya guna mendukung transparansi pemerintahan dan digitalisasi transaksi pada kementerian atau lembaga," papar Erlin. 

HNS Bank BNI Wilayah Yogyakarta Arif Tri Tjahjono menuturkan pihaknya mendukung penuh inisiasi Mendes PDTT  dengan menyediakan beberapa solusi yang dibangun BNI sebagai satu kesatuan yang lengkap dalam produk smart office. Paket smart office yang dibangun BNI juga menyediakan layanan Implementas sistem e-absensiyang terintegrasi dengan SIMPEG (Sistem Kepegawaian), penggunaan fasilitas cash management untuk pengelolaan keuangan Kemdes PDTT, hingga memungkinkan dilakukannya pembayaran atau transaksi yang efektif dan efisien.  

"Smart office ini juga memungkinkan penggunaan Corporate Card & Traveling Card untuk pengelolaan biaya perjalanan dinas pegawai Kemdes PDTT dan Pengelolaan Smart Kantin Kemdes PDTT, yakni sebuah konsep pengelolaan kantin yang cashless dan modern," ujar Arif. 

Pemimpin Kantor Cabang Utama UGM Suryo Wikanthomo menambahkan BNI Terus berkomitmen untuk mendukung empat program utama Kemendes PDTT  yaitu Badan Usaha Milik Desa (BUMDES), Prukades (Produk Unggulan Kawasan Pedesaan), embung Desa dan pembangunan Sarana Olah Raga Desa kedepannya. BNI telah mengelola 8.157 Rekening Kas Desa dan membina 6.086 BUMDES melalui 5 fungsi utamanya yaitu fungsi edukasi, konsultasi, literasi keuangan,  pengembangan bisnis rintisan atau Agen46 dan pendampingan.  

"Untuk Prukades, BNI bekerjasama dengan Kemendes PDTT dalam menyelenggarakan berbagai Pelatihan, diantaranya pelatihan pengelolaan keuangan, pelatihan packaging atau kemasan,  pelatihan pemasaran Produk Unggulan Desa. Sebagai antisipasi perkembangan zaman, BNI telah menyiapkan e-commerce bagi pemasaran Prukades yaitu Bumdes-mall.com," pungkas Suryo. (Ira)

BERITA REKOMENDASI