Bunga Deposito Tinggi, Pasar Modal Tak Menarik

JAKARTA (KRjogja.com) – Pasar modal yang berada di bawah kendali PT Bursa Efek Indonesia hari ini merayakan ulang tahun yang ke-39. Wakil Presiden Jusuf Kalla (JK) pun mengharapkan agar pasar modal dapat memberikan pengaruh yang lebih besar kepada ekonomi Indonesia.

"Pasar modal itu dipercaya. Ya harapannya bisa memberi harapan yang baik yang tertib. Ekonomi kita kan besar," kata JK saat ditemui dalam peringatan acara ulang tahun pasar modal Indonesia di kawasan SCBD, Jakarta, Minggu (28/8/2016).

Namun, ujar JK, salah satu syarat yang harus dipenuhi agar pasar modal dapat menjadi salah satu penopang pertumbuhan ekonomi Indonesia adalah dengan rendahnya suku bunga deposito. Apabila suku bunga deposito masih tinggi, maka dipastikan pasar modal tak akan menarik bagi investor.

"Pasar modal dari dulu saya katakan baru bisa menarik kalau bunga deposito turun. Sekarang bunga deposito sudah turun sekitar 5 persen, baru lebih menarik. Selama ini gimana mau menarik kalau bunga deposito 10 persen?," imbuh JK.

Seperti diketahui, saat ini Bank Indonesia telah melakukan reformulasi kebijakan moneter dengan menggunakan 7 Day Repo Rate sebagai suku bunga acuan. BI meyakini, kebijakan ini akan dapat menurunkan suku bunga perbankan dalam waktu singkat. Baik itu suku bunga kredit maupun suku bunga deposito. (*)

BERITA REKOMENDASI