Direksi Alfamidi jadi Kasir di Hari Pelanggan

TANGERANG, KRJOGJA.com Meramaikan Hari Pelanggan Nasional (Hapelnas) yang jatuh setiap tanggal 4 September, PT Midi Utama Indonesia Tbk, pemilik jaringan ritel Alfamidi kembali menurunkan jajaran direksinya terjun ke toko untuk melayani pelanggan aecara langsung. Secara bergantian, jajaran direksi tersebut menjadi kasir di toko Alfamidi Super Tegalrejo Jogjakarta.

"Di kegiatan Hapelnas 2019 ini semua manager alfamidi cabang jogja ikut beberapa rangkaian acara sekaligus di hari itu. Tidak hanya menjadi kasir, mereka juga akan melayani pelanggan di bagian fresh food," jelas Arif L. Nursandi, Corporate Communication Manager Alfamidi.

Tidak hanya jajaran direksi, kata Arif kegiatan ini juga dijalankan di 9 kantor cabang Alfamidi di seluruh Indonesia dimana seluruh jajaran Kepala Cabang akan menjalankan hal yang sama dengan direksi.

"Hapelnas adalah momen pas untuk memberikan apresiasi kepada pelanggan, semoga kegiatan ini dapat memotivasi tim kami yang bertugas di toko," pungkas Arif.

Sementara itu Branch Manager Alfamidi Yogyakarta Widodo bersama jajaran harus melayani pelanggan di counter fresh food termasuk memotong buah agar menarik minat pembaca.
"Tahun ini kami diminta melayani pelanggan di counter fresh food. Kami harus belajar memotong buah yang layak untuk dijual, ini tantangan tersendiri karena selama ini kan kami hanya membeli dan mengkonsumsinya," jelasnya.

Dia menjelaskan program lainnya adalah menyelenggarakan shopping race bagi dua orang pelanggan setia terpilih. Mereka mendapatkan voucher senilai Rp 100 ribu yang digunakan untuk berbelanja untuk kebutuhan pokok seperti gula dan harus sesuai dengan nominal yang ditentukan dalam waktu tertentu.Sedangkan pemenangnya mendapat hadiah berupa voucher belanja sebesar Rp300 ribu.

"Selain menerima tantangan memotong buah dan mengadakan shopping race, Kami membagikan kantong belanja daur ulang untuk menggantikan kantong plastik  yang dibawa masyarakat di sepanjang Jalan Malioboro" paparnya.

Widodo menambahkan kegiatan itu untuk mengajak masyakarat peduli terhadap lingkungan (go green) dan menyadari bahan plastik membutuhkan waktu panjang untuk di daur ulang. Selama ini masyarakat sudah peduli dengan membeli kantong belanja daur ulang yang ditawarkan.

"Masyarakat mulai peduli pada lingkungan dengan membeli kantong belanja daur ulang pengganti plastik. Ini mendukung anjuran pemerintah untuk mengganti plastik dengan bahan ramah lingkungan," tandasnya. (*)
 

BERITA REKOMENDASI